Kuwait telah membuka kembali ruang udaranya yang sempat ditutup. Kebijakan ini pertama kali diberlakukan sejak pecahnya perang AS-Israel melawan Iran pada akhir Februari lalu.
"Ruang udara di Bandara Internasional Kuwait telah dibuka kembali mulai hari Kamis, setelah penangguhan lalu lintas udara sementara dan preventif sejak 28 Februari akibat situasi di kawasan tersebut," kata Direktur Jenderal Otoritas Penerbangan Sipil, Hamoud Mubarak, dilansir Aljazeera, Jumat (24/4/2026).
Mubarak menyebut langkah ini diambil dengan pertimbangan matang. Dia mengatakan otoritas terkait telah menyelesaikan penilaian terhadap kerusakan yang dialami beberapa fasilitas bandara akibat serangan oleh Iran dan kelompok bersenjata yang berafiliasi dengannya.
"Adalah bagian dari rencana bertahap yang telah dipertimbangkan dengan matang untuk memulihkan lalu lintas udara secara bertahap guna persiapan operasional penuh bandara dalam periode mendatang," katanya.
Dia pun berterima kasih kepada Arab Saudi yang sudah memfasilitasi operasional maskapai negaranya.
"Kerja sama dan dukungannya dalam memfasilitasi operasional maskapai Kuwait melalui bandara-bandara mereka selama periode ini," ujarnya.
(wnv/wnv)




