Bisnis.com, JAKARTA — PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan kesiapan produksi dan pasokan untuk mendukung rencana ekspor pupuk urea ke Australia menyusul restu pemerintah atas pengiriman tahap awal sebanyak 250.000 ton.
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan kapasitas produksi perseroan dinilai memadai untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan domestik dan peluang ekspor. Total kapasitas produksi urea tercatat mencapai 9,4 juta ton per tahun, dengan proyeksi realisasi produksi 2026 sebesar 7,8 juta ton.
“Dengan kebutuhan domestik sekitar 6,3 juta ton, kapasitas yang kami miliki memadai untuk memenuhi kebutuhan domestik sekaligus menangkap peluang ekspor,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, ketahanan produksi juga ditopang oleh ketersediaan gas alam domestik sebagai bahan baku utama yang relatif stabil, baik dari sisi volume maupun harga. Kondisi ini dinilai memperkuat resiliensi industri pupuk nasional sekaligus membuka peluang ekspansi pasar regional.
Lebih lanjut, Rahmad menegaskan pelaksanaan ekspor akan dilakukan secara selektif melalui skema government to government (G2G), dengan tetap mengedepankan prioritas pemenuhan kebutuhan petani dalam negeri.
Hingga 22 April 2026, stok pupuk nasional tercatat mencapai 1,19 juta ton. Produksi harian juga terus dijaga optimal, dengan kapasitas mencapai 25.000 ton per hari untuk urea dan 15.000 ton per hari untuk pupuk NPK.
Baca Juga
- Mentan: RI Surplus Pupuk di Tengah Krisis, Siap Ekspor 1 Juta Ton
- Pupuk Urea RI Dilirik Australia, India hingga Filipina
- RI Ekspor 250.000 Ton Pupuk Urea ke Australia, PM Albanese Puji Prabowo
“Sebagaimana arahan pemerintah, prioritas utama kami tetap pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Ekspor dilakukan secara selektif dan terukur dengan mempertimbangkan keseimbangan pasokan nasional,” ujar Rahmad Pribadi.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyetujui ekspor pupuk urea ke Australia sejumlah 250.000 ton. Kebijakan tersebut mendapat apresiasi dari Perdana Menteri Anthony Albanese, yang menilai langkah tersebut dapat membantu menjaga stabilitas pasokan pupuk di kawasan.
Pupuk Indonesia menilai ekspor ini tidak hanya menjadi peluang peningkatan kinerja, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam rantai pasok pupuk regional.





