JAKARTA, KOMPAS.com – Dua asisten rumah tangga (ART) yang terjun dari lantai empat rumah sekaligus tempat kos di wilayah Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, diketahui belum lama bekerja di lokasi tersebut.
Informasi tersebut disampaikan penjaga rumah kos bernama Edi saat ditemui Kompas.com di lokasi, Kamis (22/4/2026) malam.
Edi membenarkan informasi kedua ART itu berinisial D (18) dan R (30). Menurut dia, dirinya tidak mengenal kedua ART tersebut secara dekat. Ia hanya bertegur sapa ketika bertemu di sekitar rumah kos.
Baca juga: 2 ART Terjun dari Lantai 4 Kos di Bendungan Hilir Jakpus, Satu Orang Tewas
"Keduanya masih baru semua. Yang dirawat di RS itu saya sering say hello. Dia baru tiga atau empat bulan bekerja di sini," ujar Edi.
"Kalau yang satunya baru lima hari (bekerja)," tuturnya.
Sebagai informasi, ART yang kini dirawat di RS Mintohardjo berinisial R. Ia mengalami patah tangan akibat terjun dari lantai empat rumah kos tersebut. Sementara itu, D (18) tewas setelah kejadian tersebut.
Edi menjelaskan, saat peristiwa dua ART melompat dari lantai empat, ia sedang tidur di pos jaga bagian depan rumah kos. Ia kemudian dibangunkan warga yang melaporkan ada dua perempuan diduga meloncat dari lantai atas bangunan.
Edi kemudian bangun dan mengikuti petunjuk warga. Ia dibawa ke lokasi tempat dua perempuan tersebut tergeletak.
"Saya lihat satunya diam, yang satu lagi merintih sakit. Saya sempat tanya kepada yang mengeluhkan sakit," tutur Edi.
"Saya tanyakan apakah bos ada di lantai 4, dia jawab ada sedang tidur," katanya.
Tak lama kemudian, ambulans datang dan kedua ART segera dibawa ke rumah sakit.
Baca juga: Kronologi 2 ART Terjun dari Lantai 4 Kos di Jakpus, Diduga Mau Kabur karena Majikan Galak
Pemilik kos tinggal di lantai 4
Edi menjelaskan, rumah kos yang dijaganya memiliki empat lantai. Lantai 1, 2, dan 3 digunakan sebagai tempat kos.
Menurut penuturan Edi, secara keseluruhan terdapat 24 kamar kos di tiga lantai tersebut.