Depok (ANTARA) - Universitas Indonesia (UI) melakukan penjajakan kerja sama dengan Harbin Institute of Technology (HIT), China, dalam bidang pendidikan, riset, dan pengembangan teknologi sebagai langkah strategis dalam meningkatkan daya saing lulusan, sekaligus memperluas jejaring global perguruan tinggi.
Wakil Rektor UI Bidang Akademik, Mahmud Sudibandriyo, di Depok, Kamis menegaskan komitmen UI dalam menjadikan kerja sama internasional sebagai prioritas utama.
“Kami terbuka untuk mengembangkan kerja sama dalam berbagai bentuk, mulai dari pertukaran mahasiswa dan staf hingga program double degree dan riset bersama. UI juga telah memiliki platform pendidikan digital yang dapat dikembangkan bersama mitra internasional,” paparnya.
Sementara itu Wakil Presiden HIT Prof. Qinyu Zhang menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam memperkuat pertukaran budaya dan pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang teknik.
Baca juga: UI jalin kemitraan dengan Shenzhen Chaoshan Chamber of Commerce
"Kami berharap kerja sama ini dapat menjadi jembatan dalam menghubungkan institusi pendidikan di China dan Indonesia, serta mendorong pengembangan talenta global di masa depan,” ungkapnya ketika mengunjungi kampus UI Depok.
Kedua pihak juga membahas pengembangan program pendidikan digital melalui inisiatif akademi digital yang berbasis di Shenzhen, yang mencakup program magister dan doktoral di bidang teknologi, serta pelatihan berbasis kecerdasan buatan.
Program ini juga membuka peluang pengembangan microcredential dan sertifikasi jangka pendek sebagai bagian dari peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Dekan Fakultas Teknik UI (FTUI) Kemas Ridwan Kurniawan menyampaikan pihaknya memiliki berbagai program internasional, termasuk kelas internasional sarjana, program double degree, serta joint degree yang berpotensi dikembangkan bersama mitra di China.
Baca juga: UI-Tsinghua University jalin kemitraan guna perkokoh posisi kampus
Selain itu terdapat peluang kolaborasi dalam bidang smart city, data engineering, kecerdasan buatan, serta pengembangan pusat riset bersama.
Kedua pihak juga membahas peluang penyelenggaraan joint workshop internasional yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman akademik dan industri secara langsung, sekaligus memperkuat pemahaman lintas budaya.
Program tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah melalui pengakuan kredit akademik bagi peserta.
Sebagai tindak lanjut UI dan HIT akan membahas lebih teknis guna merumuskan bentuk kerja sama yang lebih konkret, termasuk kemungkinan penyusunan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU).
Baca juga: Menteri Brian ajak dosen kolaborasi tingkatkan mutu pendidikan tinggi
Wakil Rektor UI Bidang Akademik, Mahmud Sudibandriyo, di Depok, Kamis menegaskan komitmen UI dalam menjadikan kerja sama internasional sebagai prioritas utama.
“Kami terbuka untuk mengembangkan kerja sama dalam berbagai bentuk, mulai dari pertukaran mahasiswa dan staf hingga program double degree dan riset bersama. UI juga telah memiliki platform pendidikan digital yang dapat dikembangkan bersama mitra internasional,” paparnya.
Sementara itu Wakil Presiden HIT Prof. Qinyu Zhang menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam memperkuat pertukaran budaya dan pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang teknik.
Baca juga: UI jalin kemitraan dengan Shenzhen Chaoshan Chamber of Commerce
"Kami berharap kerja sama ini dapat menjadi jembatan dalam menghubungkan institusi pendidikan di China dan Indonesia, serta mendorong pengembangan talenta global di masa depan,” ungkapnya ketika mengunjungi kampus UI Depok.
Kedua pihak juga membahas pengembangan program pendidikan digital melalui inisiatif akademi digital yang berbasis di Shenzhen, yang mencakup program magister dan doktoral di bidang teknologi, serta pelatihan berbasis kecerdasan buatan.
Program ini juga membuka peluang pengembangan microcredential dan sertifikasi jangka pendek sebagai bagian dari peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Dekan Fakultas Teknik UI (FTUI) Kemas Ridwan Kurniawan menyampaikan pihaknya memiliki berbagai program internasional, termasuk kelas internasional sarjana, program double degree, serta joint degree yang berpotensi dikembangkan bersama mitra di China.
Baca juga: UI-Tsinghua University jalin kemitraan guna perkokoh posisi kampus
Selain itu terdapat peluang kolaborasi dalam bidang smart city, data engineering, kecerdasan buatan, serta pengembangan pusat riset bersama.
Kedua pihak juga membahas peluang penyelenggaraan joint workshop internasional yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman akademik dan industri secara langsung, sekaligus memperkuat pemahaman lintas budaya.
Program tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah melalui pengakuan kredit akademik bagi peserta.
Sebagai tindak lanjut UI dan HIT akan membahas lebih teknis guna merumuskan bentuk kerja sama yang lebih konkret, termasuk kemungkinan penyusunan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU).
Baca juga: Menteri Brian ajak dosen kolaborasi tingkatkan mutu pendidikan tinggi




