Aksi debt collector (DC) pinjaman online kembali menuai sorotan setelah diduga menyalahgunakan layanan darurat untuk menagih utang nasabah. Kali ini yang menjadi korban adalah ambulans dan petugas pemadam kebakaran.
Kasus serupa terjadi di Sleman, DIY, hingga Semarang, Jawa Tengah. Modusnya membuat laporan palsu agar petugas datang ke alamat tertentu, lalu dipakai sebagai alat tekanan kepada nasabah. Cara cepat menghasilkan keresahan, sambil mengganggu layanan publik.
Ambulans di Sleman Diminta Jemput “Pasien Darurat”Peristiwa terjadi di Kabupaten Sleman, Rabu (22/4) sekitar pukul 14.30 WIB. Ambulans Mer-C Yogya menerima telepon untuk menjemput pasien di salah satu kos di kawasan Caturtunggal, Depok, lalu diminta membawa ke Rumah Sakit Panti Rapih.
"Pasiennya itu ngomong emergency suruh membawa ke Rumah Sakit Panti Rapih," kata admin Ambulans Mer-C Yogya, Aziz Apri Nugroho.
Sopir ambulans bernama Muklis langsung menuju lokasi karena mengira ada kondisi darurat.
"Ya memang niatnya ming nulungi ibarate nek kami kan meng ambulans menginfak saja. Monggo nggak dikasih, gratis ya nggak apa-apa," katanya.
Namun setelah tiba di lokasi, orang yang dimaksud ternyata sudah lama pindah.
"(Nama yang dimaksud) sudah pindah tiga tahun yang lalu," ujar Aziz.
Pelaku Mengaku Debt Collector PinjolMerasa ada kejanggalan, pihak ambulans lalu menghubungi kembali nomor pelapor. Penelpon kemudian mengaku sebagai debt collector pinjol.
Dalam percakapan telepon, pelaku bahkan meminta kru ambulans ikut menyampaikan pesan agar nasabah segera membayar utang.
"Ngasih keterangan seperti itu (mengaku dari pinjol)," kata Aziz.
Ia menyebut kejadian ini bukan yang pertama. Ambulans yang dikelolanya sudah tiga kali menjadi sasaran modus serupa.
Akibatnya, waktu dan tenaga petugas terbuang sia-sia, padahal armada tersebut seharusnya siaga membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Damkar Sleman Dapat Laporan Ular PalsuMasih di hari yang sama, petugas Damkar Kabupaten Sleman juga menerima laporan soal ular di kawasan Caturtunggal.
Petugas datang ke lokasi, namun laporan tersebut ternyata tidak sesuai fakta di lapangan.
"Untuk rekan-rekan Damkar memang dari Sleman," kata Kepala Satpol PP Kabupaten Sleman, Indra Darmawan.
"Nggih (benar laporan ular fiktif), laporan dengan kondisi lapangan berbeda," lanjutnya.
Indra menyayangkan layanan publik dipakai untuk kepentingan penagihan utang.
"Sangat prihatin sekali. Kok sampai digunakan hal-hal yang tidak pada tempatnya," katanya.
Damkar Semarang Dapat Laporan Kebakaran FiktifKasus serupa juga terjadi di Kota Semarang, Kamis (23/4). Dinas Pemadam Kebakaran menerima laporan warung nasi goreng terbakar sekitar pukul 17.10 WIB.
Petugas langsung mengirim dua armada ke lokasi. Namun sesampainya di sana, tidak ditemukan kebakaran.
"Kami terima adanya warung nasi goreng kebakaran. Kami langsung tindaklanjuti dan mengirim 2 armada ke lokasi, tapi ternyata tidak ada apa-apa," ujar Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang, Tantri Pradono.
Setelah dihubungi ulang, pelapor mengaku sebagai debt collector yang hendak menagih seseorang yang bekerja di warung tersebut.
"Setelah saya hubungi ternyata itu DC dari pinjol," jelas Tantri.
Pihak Damkar Semarang berencana melaporkan kejadian itu ke kepolisian.
Dampak ke Layanan PublikPenyalahgunaan ambulans dan damkar bukan sekadar ulah iseng. Tindakan seperti ini berpotensi menghambat respons terhadap kebakaran sungguhan, kecelakaan, pasien gawat darurat, atau evakuasi warga.
Saat armada sibuk mengejar laporan palsu, masyarakat lain bisa kehilangan waktu berharga. Dan dalam situasi darurat, menit bisa menentukan nasib.
Polisi Turun TanganPolresta Sleman menyatakan kasus jebakan terhadap ambulans sudah ditangani.
"Sudah diketahui dan sudah diproses," kata Kasi Humas Polres Sleman Iptu Argo Anggoro.
Menurut Argo, tindakan tersebut berpotensi mengandung unsur pidana.
"Pastinya ada (unsur pidana). Ditunggu saja pasal yang diterapkan penyidik besok jika sudah ada rilis kasus," ujarnya.
Polisi juga meminta masyarakat atau instansi lain yang mengalami kejadian serupa segera membuat laporan agar dapat ditindaklanjuti.





