HARIAN FAJAR, SURABAYA – Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya berpotensi menjadi momen emosional bagi Bruno Moreira. Kontraknya segera berakhir pada 30 April 2026. Duel sarat gengsi 28 April itu bisa menjadi laga perpisahan sang kapten bersama Green Force.
Absennya Bruno Moreira saat Persebaya menghadapi Malut United di pekan ke-29 Super League 2025/2026 langsung memicu tanda tanya. Winger asal Brasil itu tidak tampil akibat cedera, menimbulkan spekulasi soal kesiapannya menghadapi Arema FC dalam laga yang selalu penuh tensi tinggi.
Padahal, Persebaya baru saja meraih kemenangan penting dengan skor 0-2 di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate. Tanpa kehadiran sang kapten, tim tetap tampil efektif.
Milos Raickovic membuka keunggulan pada menit ke-73 lewat sepakan keras setelah menerima umpan Bruno Paraiba. Kemenangan kemudian disempurnakan oleh Francisco Rivera di masa injury time usai memanfaatkan assist Riyan Ardiansyah.
Meski hasil positif berhasil diraih, absennya Bruno Moreira tetap menjadi sorotan. Perannya sebagai motor serangan dan pemimpin di lapangan belum sepenuhnya tergantikan.
Sebagai kapten, kontribusinya tidak hanya terlihat dari sisi teknis, tetapi juga dalam membangun mental dan energi tim. Terutama dalam laga besar seperti derby Jawa Timur.
Kini, perhatian tertuju pada kondisi fisiknya jelang laga melawan Arema FC. Waktu pemulihan yang sangat terbatas membuat tim pelatih dan medis harus berhati-hati. Keputusan memainkan Bruno Moreira akan sangat bergantung pada perkembangan kondisinya dalam beberapa hari ke depan.
Di sisi lain, momentum pertandingan ini terasa semakin emosional. Jika tidak ada perpanjangan kontrak, maka duel melawan Arema FC bisa menjadi panggung terakhir Bruno Moreira mengenakan jersey Persebaya. Situasi ini tentu menambah tekanan, baik bagi pemain maupun tim pelatih, yang harus menyeimbangkan kebutuhan tim dengan risiko cedera.
Bagi para suporter, harapannya jelas: melihat sang kapten kembali tampil dan memberikan kontribusi maksimal di laga sebesar ini. Derby Jawa Timur bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan ajang pembuktian yang sarat gengsi dan emosi.
Karier Bersama Bajol Ijo
Bruno Moreira dikenal sebagai winger kiri dengan kecepatan dan kemampuan dribel yang menonjol. Pemain kelahiran Cajamar, Brasil, itu juga memiliki fleksibilitas bermain sebagai gelandang serang maupun sayap kanan, menjadikannya sosok penting dalam skema permainan tim.
Sejak bergabung pada 1 Juli 2023, ia langsung menjadi bagian krusial Persebaya Surabaya. Konsistensi performa dan jiwa kepemimpinan membuatnya dipercaya sebagai kapten tim. Nilai pasarnya yang mencapai Rp6,95 miliar menjadi salah satu indikator kualitasnya di kompetisi domestik.
Namun, dengan kontrak yang segera berakhir, masa depannya kini berada di persimpangan. Jika tidak tercapai kesepakatan baru, laga melawan Arema FC akan menjadi penutup perjalanannya bersama Green Force musim ini.
Apa pun keputusan yang diambil nanti, satu hal yang pasti: Bruno Moreira telah meninggalkan jejak penting dalam perjalanan Persebaya Surabaya. Kini, publik hanya bisa menunggu—apakah ia akan menutup kisahnya dengan aksi heroik di atas lapangan, atau justru dari pinggir lapangan sebagai penonton. (*)





