JAKARTA, VIVA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong penguatan kerja sama ekonomi dengan Republik Chile, khususnya di sektor agrikultur. Hal tersebut seiring upaya memperluas kemitraan perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan kedua negara.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie saat menerima audiensi Duta Besar Republik Chile untuk Indonesia Mario Ignacio Artaza Loyola di Jakarta, Kamis. Pertemuan keduannya guna membahas berbagai peluang kerja sama strategis di sektor agrikultur.
Anindya menilai Republik Chile sebagai mitra penting bagi Indonesia, terutama karena pengalamannya sebagai anggota Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) yang dapat menjadi referensi dalam mendorong peningkatan investasi.
“Chile ini menarik sekali karena Republik Chile itu telah masuk OECD. Artinya, manfaatnya tentu investasi, di sana OECD banyak negara-negara yang mempercayakan standar investasi yang lebih tinggi dan ini kita bisa mendapatkan investasi lebih yang kita butuhkan, yang artinya untuk lapangan kerja dan lain-lain,” ujar Anin, sapaan akrabnya, dikutip dari keterangannya, Jumat, 24 April 2026.
Dalam kesempatan itu, Anin menekankan bahwa kedua negara telah memiliki landasan kerja sama yang kuat melalui keanggotaan di Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) serta perjanjian dagang Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA) yang perlu terus dioptimalkan. Fokus kerja sama agrikultur menjadi salah satu perhatian utama, terutama terkait potensi impor ternak hidup dari Chile guna mendukung kebutuhan dalam negeri.
“Kita mempunyai Comprehensive Economic Partnership Agreement dari 2017 yang kita ingin tingkatkan. Kita banyak ekspor komponen otomotif, lalu juga alas kaki, tapi juga kita mendapatkan banyak produk-produk agrikultur, termasuk lagi berupaya untuk sapi, untuk bisa live cattle (ternak hidup), untuk bisa membantu susu dan juga protein untuk Makan Bergizi Gratis,” terang Anin.
Sementara itu, Dubes Republik Chile untuk Indonesia Mario Ignacio Artaza Loyola menyampaikan optimisme terhadap peningkatan hubungan ekonomi kedua negara, baik dari sisi perdagangan maupun investasi. “Kami ingin memperkuat kerja sama yang sudah ada dan mendorong perdagangan yang lebih aktif ke depan,” ujarnya.





