Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Nilai temuan tembus Rp1,64 miliar, layanan Lost and Found terus dioptimalkan.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mencatat peningkatan jumlah barang tertinggal oleh penumpang selama periode Januari hingga Maret 2026. Total sebanyak 1.516 item ditemukan, dengan nilai estimasi mencapai Rp1,64 miliar.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan bahwa temuan ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan penumpang dalam menjaga barang bawaan selama perjalanan.
“Pelanggan yang kehilangan barang diimbau untuk segera melapor kepada kondektur, petugas Polsuska, atau melalui Contact Center KAI 121 agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Franoto dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat, 24 April 2026.
Dari total barang yang ditemukan, terdiri atas 106 item makanan, 977 barang umum, dan 433 barang berharga. Hingga saat ini, sebanyak 914 item telah berhasil dikembalikan kepada pemilik, sementara 591 item lainnya masih dalam proses penanganan. Tingkat penyelesaian sementara mencapai 61,02 persen.
Layanan Lost and Found
Franoto menjelaskan, KAI menyediakan layanan Lost and Found untuk membantu penumpang menemukan kembali barang yang tertinggal, baik di dalam kereta maupun di area stasiun.
Seluruh barang temuan, kata Franoto, akan didata dan dimasukkan ke dalam sistem terintegrasi nasional guna mempermudah pelacakan.
Meski demikian, ia menegaskan tanggung jawab atas barang bawaan tetap berada pada masing-masing pelanggan.
“Kami mengimbau seluruh pelanggan untuk selalu memastikan barang bawaannya. Layanan Lost and Found merupakan bentuk komitmen pelayanan KAI, namun tanggung jawab utama tetap pada pelanggan,” tegasnya.
Barang temuan dapat diambil di sejumlah stasiun, antara lain Pasar Senen, Gambir, Bekasi, Jatinegara, Cikarang, Karawang, dan Cikampek, dengan menunjukkan identitas resmi serta bukti kepemilikan.
Khusus untuk makanan, KAI menetapkan batas waktu penyimpanan maksimal 1x24 jam. Jika tidak diambil dalam kurun waktu tersebut, barang akan dimusnahkan. Tercatat, selama periode Januari hingga Maret 2026, sebanyak 11 item makanan telah dimusnahkan.
Tren Peningkatan Barang Tertinggal
KAI juga mencatat tren peningkatan jumlah barang tertinggal dalam dua tahun terakhir. Pada 2024 terdapat 2.864 barang tertinggal, meningkat menjadi 3.888 barang pada 2025, dan hingga Maret 2026 telah mencapai 1.516 barang.
Dari sisi nilai, barang temuan juga meningkat dari Rp4,43 miliar pada 2024 menjadi Rp5,69 miliar pada 2025. Sementara pada 2026 hingga Maret, nilainya mencapai Rp1,64 miliar.
Adapun tingkat pengembalian barang tercatat tetap tinggi, yakni 97,28 persen pada 2024 dan 91,36 persen pada 2025. Sementara pada 2026 mencapai 61,02 persen karena sebagian barang masih dalam proses penanganan.
Imbauan dan Ketentuan Bagasi
Selain itu, KAI mengingatkan penumpang untuk mematuhi ketentuan bagasi, yakni maksimal 20 kilogram dengan dimensi tidak lebih dari 70 cm x 48 cm x 30 cm. Jika melebihi ketentuan, akan dikenakan tarif tambahan sesuai kelas layanan.
KAI memastikan layanan Lost and Found akan terus dioptimalkan guna meningkatkan kenyamanan dan rasa aman pelanggan selama perjalanan.
"Sebagai bagian dari komitmen pelayanan, KAI akan terus meningkatkan kualitas layanan, termasuk dalam membantu pelanggan menemukan kembali barang yang tertinggal,” pungkasnya.
Editor: Redaksi TVRINews





