Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memperkuat kontribusi dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sekaligus memberdayakan masyarakat melalui peresmian Balai Ternak di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, menyampaikan fasilitas yang berlokasi di Desa Pagutan tersebut merupakan titik ke-59 dari total 70 lokasi yang dikembangkan di berbagai daerah.
"Kami ingin memastikan, salah satu program utama Baznas, yakni pemberdayaan umat melalui Balai Ternak di NTB, benar-benar memberikan manfaat, bukan sekadar laporan yang menyenangkan dan saya pastikan, memang memberikan manfaat," katanya.
Sodik menyampaikan program pemberdayaan di wilayah Lombok Tengah ini merangkul 30 peternak mustahik yang secara bersama-sama mengelola 57 Sapi Bali, yang terbagi menjadi satu pejantan, 29 indukan, dan 27 bakalan jantan.
Baca juga: Baznas RI sembelih 7.000 hewan kurban di 10 provinsi
Adapun total nilai bantuan yang disalurkan Baznas untuk pengembangan sentra peternakan di desa tersebut mencapai Rp806.250.000 dengan indeks unit biaya per peternak berkisar pada angka Rp26.875.000.
"Bantuan tersebut mencakup pembangunan kandang, rumah pakan, rumah kompos, bantuan ternak dan pakan, hingga penguatan sistem peternakan terintegrasi," ujarnya.
Sodik menilai intervensi terpadu tersebut mampu memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan bagi kelompok peternak binaan, baik dari hasil utama peternakan maupun produk turunan lainnya.
Baca juga: Baznas berdayakan mustahik di Trenggalek melalui Balai Ternak
"Alhamdulillah, dari program ini mampu meningkatkan pendapatan peternak sekitar Rp2 juta hingga Rp4 juta per bulan, ditambah potensi penghasilan dari pengolahan kompos dan akses pemasaran yang lebih luas," lanjutnya.
Sebagai langkah keberlanjutan, kata dia, Baznas merencanakan pemantauan rutin, evaluasi berkala, serta mengkaji peluang pembukaan titik peternakan baru di NTB dengan berpatokan pada indikator keberhasilan ekonomi.
"Kami juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperluas akses pasar dan mendukung program pemerintah dalam pemenuhan gizi masyarakat serta peningkatan ekonomi desa," tutur Sodik Mudjahid.
Baca juga: Wamentan tekankan balai ternak harus bermanfaat bagi peternak-warga
Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, menyampaikan fasilitas yang berlokasi di Desa Pagutan tersebut merupakan titik ke-59 dari total 70 lokasi yang dikembangkan di berbagai daerah.
"Kami ingin memastikan, salah satu program utama Baznas, yakni pemberdayaan umat melalui Balai Ternak di NTB, benar-benar memberikan manfaat, bukan sekadar laporan yang menyenangkan dan saya pastikan, memang memberikan manfaat," katanya.
Sodik menyampaikan program pemberdayaan di wilayah Lombok Tengah ini merangkul 30 peternak mustahik yang secara bersama-sama mengelola 57 Sapi Bali, yang terbagi menjadi satu pejantan, 29 indukan, dan 27 bakalan jantan.
Baca juga: Baznas RI sembelih 7.000 hewan kurban di 10 provinsi
Adapun total nilai bantuan yang disalurkan Baznas untuk pengembangan sentra peternakan di desa tersebut mencapai Rp806.250.000 dengan indeks unit biaya per peternak berkisar pada angka Rp26.875.000.
"Bantuan tersebut mencakup pembangunan kandang, rumah pakan, rumah kompos, bantuan ternak dan pakan, hingga penguatan sistem peternakan terintegrasi," ujarnya.
Sodik menilai intervensi terpadu tersebut mampu memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan bagi kelompok peternak binaan, baik dari hasil utama peternakan maupun produk turunan lainnya.
Baca juga: Baznas berdayakan mustahik di Trenggalek melalui Balai Ternak
"Alhamdulillah, dari program ini mampu meningkatkan pendapatan peternak sekitar Rp2 juta hingga Rp4 juta per bulan, ditambah potensi penghasilan dari pengolahan kompos dan akses pemasaran yang lebih luas," lanjutnya.
Sebagai langkah keberlanjutan, kata dia, Baznas merencanakan pemantauan rutin, evaluasi berkala, serta mengkaji peluang pembukaan titik peternakan baru di NTB dengan berpatokan pada indikator keberhasilan ekonomi.
"Kami juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperluas akses pasar dan mendukung program pemerintah dalam pemenuhan gizi masyarakat serta peningkatan ekonomi desa," tutur Sodik Mudjahid.
Baca juga: Wamentan tekankan balai ternak harus bermanfaat bagi peternak-warga




