TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com – Kuasa hukum pemilik rumah yang ditembok di Pondok Aren, Tangerang Selatan, Ridho, menyerahkan penelusuran dugaan keterlibatan organisasi kemasyarakatan (ormas) kepada Polres Tangerang Selatan.
Ia mengatakan, pihaknya tidak dapat memastikan keberadaan maupun peran ormas dalam peristiwa tersebut dan memilih menunggu hasil penyelidikan aparat.
"Ini kan sudah dibuat laporan ke Polres Tangerang Selatan yang saya dapat kabar gitu. Artinya apa? Terkait ormas-ormas tersebut biarkan polisi yang bekerja," ujar Ridho saat ditemui Kompas.com di Ciputat, Tangsel, Kamis (23/4/2026).
Baca juga: Rumah Ditembok di Tangsel, Sengketa Lama Pecah karena Tanpa AJB
Ridho menambahkan, informasi mengenai dugaan keterlibatan ormas dalam aksi penembokan telah dilaporkan ke Polres Tangerang Selatan oleh pihak pembeli.
Karena itu, proses pembuktian sepenuhnya menjadi kewenangan penyidik.
Saat ditanya asal-usul ormas tersebut, Ridho enggan menjawab dan kembali menegaskan bahwa hal itu merupakan ranah penyelidikan kepolisian.
“Untuk sementara kami tidak bisa menyampaikan. Nanti hasilnya dari kepolisian,” kata dia.
Baca juga: Pembeli Rumah Ditembok di Tangsel Disebut Belum Lunas sejak 2019, Bakal Digugat Pemilik
Di sisi lain, Ridho menilai penembokan rumah tersebut sah dilakukan karena berada di atas lahan milik kliennya, Karnadi.
Ia menyebut tindakan itu sebagai upaya mempertahankan hak.
"Klien kami saat ini mempertahankan haknya yang terzalimi," ujarnya.
Sebelumnya, aksi penembokan rumah tersebut diduga dilakukan oleh sekelompok orang yang disebut sebagai bagian dari ormas.
Penghuni rumah yang menempati saat ini, Raffa Azman (21), mengatakan puluhan orang datang ke rumahnya pada Selasa (14/4/2026) dan meminta pelunasan rumah.
Baca juga: Jejak Perubahan Aliran Kali Ciputat, Banjir Terus Menghantui Pondok Aren Tangsel
"Ada sekitar 10 sampai 20 orang yang datang, mereka langsung marah-marah dan minta uang rumahnya untuk dilunasi," ujar Raffa saat ditemui Kompas.com di lokasi, Senin (21/4/2026).
Di antara rombongan tersebut, Raffa melihat seorang pria mengenakan kemeja putih, celana hitam, berdasi merah, dan topi hitam yang diduga memimpin rombongan.