IHSG dibuka turun 0,53 poin atau 0,01 persen ke posisi 7.378,07. Sementara itu, Indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan juga ikut melemah 1,51 poin atau 0,10 persen ke level 715,75. Wall Street melemah, tekan sentimen pasar Dari pasar global, bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup di zona merah pada perdagangan sebelumnya.
Dow Jones Industrial Average tercatat turun 0,36 persen ke level 49.310,32. Sementara itu, S&P 500 melemah 0,41 persen ke 7.108,40 dan Nasdaq Composite turun 0,89 persen menjadi 24.438,50.
Koreksi di Wall Street ini turut memberikan tekanan pada pergerakan IHSG, mengingat pasar domestik masih sensitif terhadap dinamika global.
Baca juga: IHSG Menguat Tipis, Simak Proyeksi dan Sentimen Penggeraknya IHSG tertekan aksi jual asing Dalam penutupan perdagangan sebelumnya, IHSG tercatat melemah cukup signifikan sebesar 2,16 persen ke level 7.378.
Tekanan ini dipicu oleh aksi jual bersih investor asing (net foreign sell) yang mencapai Rp1,36 triliun di pasar reguler.
Selain itu, ketidakpastian global masih membayangi pasar. Meski terdapat perpanjangan gencatan senjata, kondisi geopolitik belum sepenuhnya stabil. Hal ini membuat harga minyak dunia tetap tinggi dan meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar. Rupiah melemah, tambah tekanan IHSG Dari sisi domestik, nilai tukar rupiah juga turut memberikan tekanan. Rupiah melemah dari kisaran Rp17.000 menuju Rp17.300 per dolar USD.
Pelemahan ini dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global, penguatan dolar AS, serta arus keluar dana asing (capital outflow) dari pasar keuangan domestik. Proyeksi IHSG Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas dalam riset hariannya yang dikutip pada Jumat, 24 April 2026 menjelaskan, untuk perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terbatas.
Secara teknikal, indeks berpotensi menguji area support di kisaran 7.305-7.300. Sementara itu, resistance terdekat berada di level 7.460-7.500.
"Arah pergerakan pasar akan dipengaruhi sentimen eksternal, stabilitas rupiah, dan arus dana asing," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)





