Panggilan Kemanusiaan dan Rutinitas, Inilah Sisi Humanis Desiana Kartika Bahari

disway.id
10 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Desiana Kartika Bahari, Sosok Kartini dibalik Kantor SAR Jakarta yang Menjaga Fokus di Tengah Misi Penyelamatan

Rutinitas di dunia pencarian dan pertolongan tak pernah bisa ditebak. Panggilan darurat bisa datang kapan saja dan di mana saja.

BACA JUGA:Kartini di Garda SAR, Desiana Kartika Bahari Rela Keluar dari Zona Nyaman

Dibalik ritme kerja yang tak tentu itu, Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari punya cara sederhana untuk tetap bertahan, yakni terlelap sejenak agar tetap fokus dan tenang. 

Bagi Desiana, istirahat tidak hanya dihabiskan untuk makan dan minum. Dia juga berusaha menyempatkan waktu untuk tidur sebentar.  Tidur dalam hitungan menit, bagi Desiana merupakan jeda singkat yang pas untuk istirahat. Baginya, tidur adalah cara menjaga keseimbangan emosi dan fokus di lapangan.

 “Kalau sudah hectic banget, saya sempatkan tidur. Entah itu 15 menit di perjalanan atau setelah operasi selesai, saya duduk diam sebentar,” ujarnya.

Tidur tidak hanya bentuk peregangan otak dan otot, di luar tugas yang penuh tekanan itu, Desiana menjalani keseharian yang sederhana. Ia mengaku memiliki hobi memasak dan merawat tanaman di rumah.

BACA JUGA:Perjuangan Kurir Perempuan di Hari Kartini: Kisah Inspiratif dari Balik Seragam Lion Parcel

Ia pun punya cara tersendiri untuk healing, yakni duduk di tengah keramaian.  “Walaupun cuma minum air putih atau kopi, lihat orang lewat itu sudah senang banget. Itu cara saya mengalihkan rutinitas yang hectic,” tuturnya.

Sosoknya sebagai pemimpin perempuan di bidang pencarian dan keselamatan, tak membuat Desiana pilih-pilih soal makanan. Menu favoritnya adalah petai dengan teri cabai hijau. Makanan ini bahkan bisa mengembalikan semangat kerjanya.

“Suka juga dengan mi instan, gorengan terutama saat bertugas di lapangan,” tambahnya.

Kesederhanaan Desiana menyimpan visi besar. Inspirasi ini datang dari film The Guardian, salah satu film favoritnya. Film tersebut membentuk harapannya terhadap masa depan SAR di Indonesia. “Itu ekspektasi saya, saat emergency kita datang cepat, hitungan menit. Bukan menghindari badai, tapi siap menghadapi. Makanya kita butuh sarana dan prasarana yang mumpuni,” ujarnya.

Mimpi-mimpi tak lain adalah harapannya terhadap pelayanan SAR di Jakarta. Terlebih Desiana berpengalaman turun langsung ke lapangan yang kian menguatkan pandangannya. Salah satunya, ia pernah memimpin evakuasi 70 nelayan yang terjebak di dermaga di Sukabumi, Jawa Barat.

BACA JUGA:Semangat Kartini Hidup di Jalan: ‘Zen On Wheels’ Perkuat Safety Riding Perempuan

Dengan kondisi ombak tinggi, jalur laut tak memungkinkan. Keputusan cepat pun diambil, yakni  evakuasi udara.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Arema FC Mau Jadi Tim Pertama yang Kalahkan Persib di Kandang
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Pencarian Wanita Loncat ke Jurang di Bogor Disetop, Keberadaannya Misterius
• 2 jam laludetik.com
thumb
Bagaimana Infrastruktur Digital Modern Bekerja: Kunci Konektivitas Global Tanpa Hambatan
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Big Match Persib vs Arema FC, Hodak: Kami Tak Punya Tekanan
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
Pengemudi Lansia Tabrak Pejalan Kaki dan Depot Air Minum di Jakbar
• 6 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.