JAKARTA, KOMPAS.com — Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Marunda di Jakarta Utara kembali mengalami kerusakan setelah ditabrak kendaraan berat.
Berada di jalur arteri dengan lalu lintas truk kontainer, fasilitas yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah ini tercatat rusak berulang kali, termasuk pada 2024 dan kembali terjadi pada 2026.
Di akhir 2023, ketika JPO ini baru saja dibangun dengan dana sekitar Rp 15,5 miliar, fasilitas tersebut rusak akibat ditabrak truk kontainer pada Sabtu (6/4/2024) pagi.
Peristiwa tersebut menyebabkan salah satu lobi lift rusak, atap turun meski tidak sampai ambruk, serta kaca lobi sisi lift retak. Selain itu, pembatas jalan dan pagar JPO juga hancur akibat benturan kontainer.
Namun, perbaikan saat itu ditanggung oleh perusahaan truk yang menabrak, sehingga Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak mengeluarkan biaya.
Baca juga: Dibangun Rp 15,5 Miliar, JPO Marunda Rusak dan Jadi Tempat Tidur Gelandangan
Kembali rusak pada 2026Kerusakan akibat benturan kendaraan berat kembali terjadi pada 2026. Berdasarkan pengamatan Kompas.com di lokasi, kaca lobi lift JPO Marunda yang berada persis di depan SMPN 244 kembali pecah hingga berlubang.
Kaca yang pecah tersebut ditutupi spanduk putih bertuliskan "Maaf sedang dalam perbaikan".
Operator Lift JPO Marunda Muhammad Taufat (49) mengatakan, pecahnya kaca lobi lift disebabkan truk kontainer yang hendak putar balik.
"Itu karena kontainer putar balik. Jadi, kontainer putar balik terlalu mepet ke trotoar, jadi ekornya kena (kaca)," tutur Taufat ketika diwawancarai Kompas.com di lokasi, Kamis (23/4/2026).
Peristiwa tersebut terjadi pada Maret 2026. Taufat mengaku telah melaporkan kondisi jembatan yang rusak ke Dinas Bina Marga DKI Jakarta.
Baca juga: Debu, Lift Rusak, dan Kebiasaan Warga Jadi Penyebab JPO Marunda Jakut Tak Diminati
Lift errorSelain kaca pecah, kedua lift di JPO ini juga rusak dan tidak dapat digunakan sejak bulan Ramadhan. Kerusakan disebut terjadi pada sensor lift akibat terkena tempias air hujan.
"Rusaknya sejak bulan puasa kemarin. Kena tetesan tempias hujan. Kalau hujan gede, hujan angin, dia pasti ada yang eror karena kan dia rata-rata pakai sensor," sambung Taufat.
Lift tersebut sebenarnya sempat diperbaiki oleh petugas Bina Marga, namun kembali rusak dan belum dapat digunakan hingga saat ini.
Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta Siti Dinarwenny mengatakan, dinonaktifkannya lift JPO Marunda disebabkan oleh peristiwa kecelakaan.
"Terkait kondisi lift JPO Marunda, dapat kami sampaikan bahwa fasilitas lift untuk sementara dinonaktifkan akibat kerusakan yang disebabkan oleh benturan kendaraan dengan muatan berukuran besar, yang terjadi saat kendaraan melakukan putar balik tidak pada lokasi yang semestinya," ungkap dia dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kompas.com, Kamis.





