Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) menyediakan kuota lebih dari 3,1 juta kursi dan mengoperasikan lebih dari 12.000 penerbangan pada musim haji 2026.
Jumlah kursi sebanyak itu untuk penerbangan masuk-keluar Saudi. Sedagkan 12 ribu penerbangan merupakan penerbangan reguler dan charter melalui 6 bandara utama.
Secara umum, GACA adalah otoritas regulasi yang menetapkan kebijakan, mengawasi standar keselamatan dan keamanan, serta mengelola alokasi kapasitas transportasi udara untuk memastikan kelancaran operasional penerbangan sipil di Arab Saudi.
Mengutip Saudi Gazette, Jumat (24/4), enam bandara yang digunakan untuk operasional jemaah haji 2026 meliputi:
Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah
Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz di Madinah
Bandara Internasional King Khalid di Riyadh
Bandara Internasional King Fahd di Dammam
Bandara Internasional Taif
Bandara Internasional Prince Abdulmohsin bin Abdulaziz di Yanbu
Langkah GACA ini bertujuan meningkatkan fleksibilitas operasional dan memastikan kelancaran arus lalu lintas udara.
Dikatakan juga, kebijakan GACA mencerminkan komitmen Arab Saudi untuk memberikan layanan terbaik kepada para jemaah serta membantu mereka menjalankan ibadah dengan mudah dan nyaman.
"Hal ini juga sejalan dengan tujuan Saudi Vision 2030, yang berfokus pada peningkatan kualitas layanan bagi jemaah haji dan umrah,” lapornya.
Adapun selain lewat udara, jemaah haji berbagai negara juga datang ke Saudi lewat jalur darat dan laut.
Jemaah haji internasional mulai berdatangan ke Saudi sejak 18 April 2026. Mereka akan menanti puncak ibadah haji yang jatuh pada akhir Mei.





