PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) menyampaikan rencana akuisisi saham Perseroan oleh perusahaan Singapura, Saiko Consultancy Pte. Ltd.
Dalam keterbukaan informasi pada Jumat (24/4), Direktur Utama NAYZ, Arief Banang Trinovan, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari surat resmi Saiko tertanggal 24 April 2026 terkait rencana pengambilalihan.
"Menindaklanjuti surat Saiko Consultancy Pte. Ltd. No. 2026/IV/SC/001/OJK/IDX tanggal 24 April 2026 mengenai pemberitahuan atas pengumuman negosiasi sehubungan dengan Rencana Pengambilalihan PT Hassana Boga Sejahtera Tbk, bersama ini kami sampaikan bahwa Saiko Consultancy Pte. Ltd. (Pembeli) bermaksud untuk mengambilalih saham yang dimiliki oleh PT Asia Intrainvesta," katanya.
Dalam rencana tersebut, Saiko menargetkan untuk mengakuisisi sebanyak-banyaknya 1.050.000.000 saham atau setara hingga 41,18% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan. Hingga pengumuman ini dirilis, pihak pembeli belum memiliki kepemilikan saham, baik secara langsung maupun tidak langsung di NAYZ.
Jika proses akuisisi rampung, Saiko akan berstatus sebagai pengendali baru dan diwajibkan melaksanakan penawaran tender wajib sesuai regulasi yang berlaku.
"Setelah penyelesaian rencana pengambilalihan, sebagai pengendali baru Perseroan, calon pengendali baru akan melaksanakan penawaran tender wajib sesuai dengan ketentuan dalam POJK 9/2018," ujar Arief.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seluruh proses, termasuk rencana pengambilalihan dan tender wajib, akan mengikuti ketentuan di pasar modal yang berlaku.
Baca Juga: Pacu Recurring Income, TRIN Berencana Caplok Saham Prime Land
Baca Juga: Caplok Entitas PTRO, Emiten Hapsoro (SINI) Rancang Rights Issue Rp3,6 Triliun
"Informasi atau fakta material yang diungkapkan tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi Keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan," pungkas Arief.
Sebagai informasi tambahan, Saiko Consultancy sebelumnya juga sempat mengumumkan rencana akuisisi terhadap PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE) pada Januari lalu, dengan target 222.600.000 saham atau setara 27,83%. Namun, rencana tersebut pada akhirnya tidak dilanjutkan.





