CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Gemuruh di Stadion BJ Habibie, Parepare, Kamis (23/4), terasa berbeda dari biasanya. Bukan sekadar sorak-sorai kemenangan biasa, melainkan sebuah ledakan emosi setelah menanti selama 153 hari.
PSM akhirnya sukses mengamankan tiga poin penuh usai menundukkan Persik Kediri dengan skor meyakinkan 3-1 pada laga pekan ke-29 Super League 2025/26.
Bagi sang caretaker pelatih, Ahmad Amiruddin, kemenangan ini bukan sekadar tambahan angka di papan klasemen. Ini adalah penuntasan dahaga panjang.
Sejak terakhir kali melibas PSBS Biak pada 21 November 2025 lalu, Pasukan Ramang seolah kehilangan magisnya di depan publik sendiri. Lima bulan tanpa kemenangan kandang bukanlah waktu yang singkat bagi tim sebesar PSM.
Usai peluit panjang berbunyi, Amiruddin tak mampu menyembunyikan rasa emosionalnya. Dengan nada suara yang bergetar penuh syukur, ia menyampaikan apresiasi terdalamnya kepada seluruh elemen tim yang tetap berdiri tegak di masa-masa sulit.
"Alhamdulillah, terima kasih ya Allah. Terima kasih atas kemenangannya. Setelah lima bulan, akhirnya kami PSM bisa merasakan kembali manisnya kemenangan di rumah kita, di Stadion BJ Habibie," ujar Amiruddin saat sesi konferensi pers usai laga.
Pria yang kini memegang kendali strategi Juku Eja ini menekankan bahwa hasil positif ini adalah buah dari kolektivitas dan kesabaran. Menurutnya, tanpa sinergi antara manajemen yang suportif, kerja keras pemain di lapangan, dan loyalitas tanpa batas dari suporter, momentum bangkit ini mustahil terjadi.
"Ini berkat dukungan semua orang. Mulai dari manajemen, pemain, dan juga suporter yang masih setia mensupport kami hingga hari ini. Kehadiran mereka di stadion menjadi energi tambahan bagi kami untuk memutus tren negatif ini," tambahnya.
Kemenangan 3-1 atas Macan Putih ini diharapkan tidak hanya menjadi pengobat rindu bagi para pendukung, tetapi juga menjadi batu pijakan untuk memperbaiki posisi PSM di sisa kompetisi.
"Saya berharap kemenangan ini menjadi titik balik bagi PSM ke depannya. Semoga posisi kita di klasemen bisa terus merangkak naik dan lebih bagus lagi. Sekali lagi, terima kasih untuk semuanya," tutupnya dengan senyum lega.
Dengan hasil ini, Stadion BJ Habibie kembali menjadi tempat yang angker bagi lawan, sekaligus membuktikan bahwa semangat Ewako belum padam meski sempat diuji oleh waktu yang lama.




