Penulis: Alfin
TVRINews, Jakarta
Kolaborasi ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok terus menguat melalui pertemuan langsung pelaku usaha kedua negara yang menghasilkan sejumlah peluang kerja sama dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Rangkaian kegiatan ini digelar Hakka Indonesia bersama Meizhou Indonesia dengan dukungan Kamar Dagang Guanglian Indonesia sebagai penghubung perdagangan.
Delegasi Meizhou dipimpin Wali Kota Meizhou bersama jajaran pemerintah serta 14 pengusaha lintas sektor industri. Kegiatan diawali dengan business matching yang difasilitasi Kamar Dagang Guanglian Indonesia. Setiap pelaku usaha memaparkan profil perusahaan, kebutuhan bisnis, keunggulan produk, serta peluang kolaborasi. Pertemuan berlangsung aktif dan membuka berbagai potensi kerja sama.
Agenda dilanjutkan dengan kunjungan bersama sejumlah tokoh, antara lain Ketua Umum Hakka Indonesia Sugeng Prananto, Ketua Umum Guanglian Indonesia Rusli Gunawan, Ketua Umum INTI Pusat Teddy Sugianto, Ketua Hakka Jakarta Hendra Yan Chandra, Ketua Meizhou Indonesia Muliawan Jahja, serta Ketua Kamar Dagang Guanglian Indonesia Angga Pramana Jaya. Pengusaha nasional turut hadir, seperti pendiri Alfamart Djoko Soesanto, pendiri Summarecon Soetjipto Nagaria, dan pendiri Agarindo Effendy Tjung. Produk unggulan dari Meizhou juga dipamerkan dalam kegiatan ini.
Puncak acara berlangsung dalam gala dinner yang dihadiri sekitar 300 peserta, terdiri atas pejabat pemerintah, pengusaha, dan tokoh masyarakat dari Indonesia dan Tiongkok. Pada kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan MoU antara delapan pengusaha Tiongkok dan delapan pengusaha Indonesia. Proses penjajakan hingga terjalinnya koneksi bisnis difasilitasi oleh Kamar Dagang Guanglian Indonesia.
Ketua Kamar Dagang Guanglian Indonesia, Angga Pramana Jaya, menegaskan pentingnya kerja sama berkelanjutan dalam hubungan bisnis lintas negara.
“Kami menyambut baik kolaborasi dengan pengusaha Tiongkok, namun seluruh pihak wajib mengikuti regulasi yang berlaku, memiliki legalitas yang jelas, serta berkompetisi secara fair. Kolaborasi dengan pengusaha lokal menjadi kunci agar dapat tumbuh dan berkembang bersama,” ujar Angga, dalam keterangan yang diterima redaksi, Jum'at, 24 April 2026.
Kegiatan ini melibatkan sejumlah pengurus dan anggota Kamar Dagang Guanglian Indonesia, antara lain Angga Pramana Jaya, Kurnia Kiswoto, Erwin, Tamin Tanzil, Gimin, Michelle, Bachri, Irma, Hengki, Maria Sefani, Benny Zeng, Sam Houten, Stephen, Frisca, Catherine, Angelina, Siska Jahja, Andreas, Teddy Pohan, dan James Sigit Chandra.
Kolaborasi ini menunjukkan sinergi antara organisasi sosial dan sektor bisnis dalam memperkuat hubungan perdagangan Indonesia–Tiongkok. Hakka Indonesia dan Meizhou Indonesia bertindak sebagai penyelenggara, sedangkan Kamar Dagang Guanglian Indonesia menjadi penghubung strategis dalam mendorong kerja sama yang berkelanjutan.
Editor: Redaksi TVRINews





