Seorang Wanita Ditangkap karena Membuat Keributan di Pesawat, Videonya Menjadi Viral

erabaru.net
2 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Penerbangan AirAsia dari Chongqing menuju Kuala Lumpur pada 22 April dini hari mengalami keterlambatan hampir dua jam akibat seorang penumpang wanita asal Tiongkok yang mengamuk di dalam pesawat. Insiden ini membuat banyak penumpang yang harus transit kehilangan jadwal penerbangan lanjutan dan menimbulkan kemarahan.

Video yang beredar menunjukkan seorang wanita di kursi pesawat dalam kondisi emosi tidak stabil. Petugas darat dan polisi kemudian naik ke pesawat untuk menangani situasi tersebut, dan akhirnya wanita itu diminta turun dari pesawat.

Seorang penumpang yang berada di lokasi mengungkapkan bahwa wanita tersebut hampir menjadi penumpang terakhir yang naik. Karena rekannya belum naik pesawat, ia menjadi emosional dan terus berbicara keras di kabin, sehingga mengganggu penumpang lain. 

Seorang penumpang asal Malaysia di sebelahnya menegur agar ia menurunkan suara, namun dibalas dengan sikap keras hingga terjadi adu mulut.

南方航空空姐把自己整成国际名人了!4月21日凌晨两点,一架从重庆飞往吉隆坡的亚航航班,在旅客登机后,一名中国女乘客因同行亲友未能登机,在客舱内高声打电话,邻座一名马来西亚籍乘客提醒她降低音量却遭拒绝,双方爆发激烈争执。马籍乘客拿出手机拍摄现场,矛盾升级并失控。该航班机组乘务人员大多… pic.twitter.com/3Pa6nGjwo8

— 希望之聲 – 中國時局 (@SoundOfHope_SOH) April 22, 2026

Selama konflik, wanita tersebut direkam oleh orang lain. Ia meminta rekaman dihapus dan menuntut permintaan maaf, tetapi tidak dipenuhi, sehingga ia memanggil awak kabin. Karena kru AirAsia menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama komunikasi, emosinya semakin tidak terkendali.

Wanita itu mengaku sebagai pramugari dari maskapai Tiongkok dan dengan lantang mempertanyakan, “Mengapa kru penerbangan internasional tidak bisa berbahasa Mandarin?” Ia juga menuntut kru menghapus video, meminta maaf, serta meminta penggantian tiket dan kompensasi.

Ia bahkan mengatakan bahwa jika pesawat tidak bisa berangkat, itu bukan kesalahannya, dan mengancam, “Kalau tidak ada penjelasan yang masuk akal, maka tidak ada yang akan terbang.” Ia juga berkata, “Kalau saya tidak bisa pergi, itu karena kalian. Siapa yang akan mengganti kerugian saya?”

Karena konflik terus memanas dan sulit dikendalikan, kru akhirnya memanggil polisi. Setelah polisi naik ke pesawat, wanita tersebut dibawa turun, yang menyebabkan keterlambatan penerbangan.

Penerbangan yang dimaksud adalah AirAsia D7809, yang semula dijadwalkan berangkat pukul 02.00 dan tiba pukul 06.45 waktu setempat. Data menunjukkan pesawat baru lepas landas pukul 03.46 (terlambat 1 jam 46 menit) dan tiba pukul 08.14 (terlambat 1 jam 29 menit).

Akibat keterlambatan ini, banyak penumpang transit kehilangan penerbangan lanjutan mereka.

Menurut laporan Yangtze Evening Post, seorang penumpang bersama tiga rekannya membeli tiket terusan menuju Maladewa. Namun saat tiba di Kuala Lumpur, mereka sudah melewatkan penerbangan lanjutan.

Di bandara Kuala Lumpur, mereka kebingungan karena tidak ada panduan langsung dari staf. Setelah lebih dari satu jam, pihak maskapai baru mengatur ulang penerbangan keesokan harinya serta menyediakan akomodasi sementara, sehingga mereka terpaksa tertahan satu hari.

Pada penerbangan tersebut, lebih dari sepuluh penumpang transit menuju Maladewa mengalami kerugian karena reservasi hotel yang sudah dipesan menjadi hangus. Kerugian mencapai ribuan yuan, bahkan lebih besar bagi yang memesan hotel mewah.

Penumpang tersebut menyatakan bahwa kerugian finansial bukan hal utama, karena perjalanan itu juga mencakup urusan bisnis yang seharusnya dipersiapkan sehari sebelumnya. Seluruh rencana perjalanan menjadi kacau dan waktu yang terbuang tidak bisa diganti, sehingga ia sangat marah.

Insiden ini juga memicu perdebatan di kalangan netizen:
“Lagi-lagi orang Tiongkok! Ini seperti reality show di pesawat.”
“Mengaku sebagai pramugari Tiongkok Southern.”
“Kalau benar pramugari, tahu aturan tapi melanggar, seharusnya dihukum lebih berat.”
“Sebagai pramugari masa tidak tahu harus mengaktifkan mode pesawat?”
“Kemampuan bahasa Inggrisnya memalukan.”

Komentar lain:
“Sangat buruk etika. Karena satu orang, seluruh jadwal penumpang lain terganggu.”
“Penumpang lain justru sangat tenang dan sabar.”
“Jika benar pramugari, seharusnya dipecat karena merusak reputasi maskapai.”

Sebagian netizen juga menyerukan agar wanita tersebut diminta mengganti kerugian penumpang lain, bahkan ada yang menyarankan larangan terbang permanen.

Menanggapi hal ini, China Southern Airlines menyatakan kepada media bahwa wanita tersebut bukan karyawan mereka.

Dilaporkan oleh Li Siya/Disunting oleh Li Quan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penampakan Ratusan Napi Risiko Tinggi Dipindahkan ke Nusakambangan
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
MU Akhirnya Ambil Sikap Tegas soal Masa Depan Bruno Fernandes di Old Trafford, Dijual atau Bertahan?
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Soal Penyebab Listrik di Jakarta Padam dan Upaya PLN Mengatasinya
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Pemulangan 217 PMI dari Malaysia Jadi Gelombang Ketiga 2026, Banyak yang Masuk Kelompok Rentan
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Mendagri Dorong Gubernur Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik untuk Percepat Energi Bersih
• 2 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.