JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memindahkan pedagang kaki lima yang membuka lapak di samping tempat parkir liar di samping Stasiun MRT Lebak Bulus.
Selain melanggar aturan karena menutup jalan, lokasi yang berhadapan langsung dengan depo MRT itu juga dinilai membahayakan.
“Begitu juga warung-warung ini, saya bahasanya minta izin. Bukan enggak boleh berusaha, boleh tapi nanti kami siapkan tempatnya. Ini kan kita tau ini akses MRT, cukup tinggi frekuensinya,” ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno di lokasi, Jumat (24/4/2026).
Baca juga: Parkir Liar di Samping MRT Lebak Bulus Ditertibkan, Motor Dipindah ke Lahan Baru
Namun, Rano belum menyebut ke mana pedagang akan dipindahkan.
Tempat parkir liar juga telah ditertibkan. Sebagai gantinya, lahan kosong di samping Poins Square digunakan untuk tempat parkir.
Sedikitnya ada empat pedagang yang membuka lapak di bawah atap seng itu. Mereka umumnya berdagang makanan.
Salah satu pedagang, Endah (bukan nama sebenarnya), mengaku sempat mengajukan pada Rano agar lapak mereka bisa ikut dipindahkan ke lahan kosong itu.
“Tapi enggak bisa katanya. Paling nanti di dekat pintunya doang,” kata dia saat ditemui terpisah.
Saat ini, Endah masih kebingungan bagaimana harus melanjutkan dagangannya. Endah hanya berharap lokasi baru untuknya tidak terlalu jauh dari sana.
Sebab, di usianya yang tidak lagi muda, kondisi fisiknya pun terbatas sehingga tidak bisa berjalan jauh.
Selama ini pun sebenarnya penghasilan Endah terbilang kecil. Selama sehari, maksimal empat porsi mi ayam yang bisa dia jual.
Baca juga: Belajar dari Shenzhen China, Pramono Mau MRT Jakarta Bisa Layani Jutaan Penumpang per Hari
“Mungkin entah besok jualan apa enggak, belum tahu saya,” ujar dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang