FAJAR, MAKASSAR — Peringatan Hari Bumi yang biasanya cuma lewat di kalender, kali ini benar-benar dikerjakan di sekolah. Sejumlah satuan pendidikan di Gugus III Kecamatan Manggala menggelar rangkaian kegiatan edukatif berbasis aksi nyata yang melibatkan siswa dari berbagai jenjang kelas.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut peringatan Hari Bumi 22 April 2026, dengan konsep pembelajaran berjenjang sesuai usia dan kemampuan siswa. Program ini diinisiasi oleh Kepala SDN Kassi, Sitti Saenab, S.Pd, bersama para guru dan didukung berbagai pihak.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pengawas Sekolah Barliang, S.Pd., M.Pd., Ketua Komite Abdul Hakim, serta tamu kepala sekolah dari Gugus III Kecamatan Manggala, di antaranya Hj. Hamsinah, S.Pd (Kepala SDI Kajenjeng) dan Sukmawati, S.Pd (Kepala SDI Kassi).
Kepala SDN Kassi, Sitti Saenab, menjelaskan kegiatan ini dirancang tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi bagian dari pembelajaran karakter dan kepedulian lingkungan sejak dini.
“Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi langsung melakukan aksi nyata sesuai tahap perkembangan mereka,” ujarnya.
Adapun kegiatan dibagi berdasarkan jenjang kelas dengan pendekatan bertahap. Untuk kelas 1, siswa diajak mengenal lingkungan melalui kegiatan mewarnai bertema bumi, seperti gambar pohon, sungai, dan hewan.
Pada kelas 2, siswa mulai diajak memahami sebab-akibat melalui aksi sederhana berupa pemungutan sampah plastik di lingkungan sekolah selama 10 menit.
Sementara kelas 3 diarahkan pada aksi terbimbing dengan membuat poster bertema menjaga lingkungan dari kertas bekas yang kemudian dipajang di mading sekolah.
Memasuki kelas 4, siswa mulai dilibatkan dalam kegiatan kolaboratif dengan melakukan penanaman bibit tanaman seperti cabai, tomat, terong, dan sawi.
Untuk kelas 5, kegiatan difokuskan pada kepemimpinan dan dampak sosial. Siswa membuat video kampanye lingkungan, seperti ajakan mengurangi penggunaan plastik di kantin, penghematan air dan listrik, hingga publikasi melalui media sosial sekolah.
Setiap jenjang kegiatan didampingi oleh penanggung jawab masing-masing kelas, yakni Hasrini (kelas 1), Wardah (kelas 2), Caya (kelas 3), Titin (kelas 4), dan Irmawati (kelas 5).
Pengawas Sekolah, Barliang, mengapresiasi langkah tersebut. Ia menilai pendekatan berjenjang ini efektif dalam membangun kesadaran lingkungan secara bertahap.
“Kegiatan seperti ini sangat baik karena membentuk kebiasaan sejak dini. Bukan hanya tahu, tapi juga terbiasa melakukan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Komite Abdul Hakim yang menilai keterlibatan siswa dalam aksi langsung akan memberi dampak lebih kuat dibanding sekadar pembelajaran di kelas.
Dengan kegiatan ini, sekolah berharap mampu menanamkan nilai kepedulian lingkungan sekaligus membangun karakter siswa yang lebih bertanggung jawab.





