Tinggalkan Manchester United Demi Al-Qur’an? Niat Mengejutkan Noussair Mazraoui Bikin Haru Dunia Sepak Bola

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Kabar yang tak biasa datang dari bek sayap Manchester United, Noussair Mazraoui. Di tengah kariernya bersama MU yang masih berada di level kompetitif, pemain Timnas Maroko itu justru membuka kemungkinan pensiun lebih cepat. Alasannya bukan cedera atau penurunan performa, melainkan dorongan spiritual yang kuat.

Dalam wawancara yang dikutip media Inggris Daily Mail pada April 2026, Mazraoui mengungkapkan keinginannya untuk mengakhiri karier sepak bola usai Piala Dunia FIFA 2026.

Baca Juga :
Manchester United Kehilangan ‘Figur Kunci’ di Luar Lapangan, Apa Dampaknya?
Viral Ucap Insya Allah, Momen Anne Hathaway Sumringah Diberi Alquran oleh Fans saat di Red Carpet

“Saya mungkin akan pensiun setelah Piala Dunia. Hidup ini singkat. Saya ingin menghafal Al-Qur’an dan menjadi imam masjid suatu hari nanti,” ucap Noussair Mazraoui dikutip Daily Mail.

Pernyataan itu otomatis menjadi perbincangan luas. Ketika banyak pemian memilih untuk tetap berkutat di dunia sepak bola setelah pensiun, entah itu menjadi pelatih, analis, atau membangun bisnis. Mazraoui justru mempertimbangkan jalan yang jauh berbeda.

Mengejar Ketenteraman, Bukan Sekadar Trofi

Bagi Mazraoui, kesuksesan tidak lagi dukut dari sebuah trofi atau kontrak besar di sepak bola Eropa, menurutnya tujuan hidup yang lebih dalam adalah ketenangan batin melalui pendekakatan spiritual.

Keputusan ini juga menjadi refleksi menarik di tengah kerasnya kompetisi sepak bola modern. Karier di liga elite seperti Premier League seringkali identik dengan tekanan tinggi, jadwal padat, dan tuntutan performa tanpa henti.

Namun di balik itu semua, Mazraoui menunjukkan bahwa ada sisi lain dari seorang atlet profesional—pencarian makna hidup yang tidak selalu berkaitan dengan popularitas atau prestasi di lapangan.

Sosok Religius yang Konsisten

Mazraoui memang dikenal sebagai pribadi yang religius sejak lama. Selama berkarier di Eropa, ia tetap menjalankan ibadah di tengah jadwal pertandingan yang padat. Bahkan, momentum Ramadan kerap menjadi periode refleksi bagi pemain berusia 28 tahun tersebut.

Wacana pensiun dini ini pun diyakini bukan keputusan spontan, melainkan bagian dari perjalanan panjang yang sudah ia pikirkan matang. Di ruang ganti, ia dikenal sebagai sosok yang tenang dan disiplin, serta tidak terlalu larut dalam gemerlap kehidupan pesepak bola modern.

Baca Juga :
Jilat Ludah Sendiri, MU Jadi Ngebet Datangkan Pemain yang Pernah Diminta Ralf Rangnick
Kata John Terry soal Latih Chelsea Gantikan Liam Rosenior
Persiapan Ditinggal Casemiro, Manchester United Bidik Gelandang Brighton

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemulangan 217 PMI dari Malaysia Jadi Gelombang Ketiga 2026, Banyak yang Masuk Kelompok Rentan
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Mengenal Gastrodiplomasi, Strategi Halus Negara Menarik Simpati Dunia-World In Minute
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tersangka Kasus Korupsi Rp 242 M Nangis Saat Ditahan
• 5 jam laludetik.com
thumb
Menhan Sjafrie Kumpulkan Purnawirawan TNI, Ada Wiranto, Gatot Nurmantyo, hingga Andika Perkasa
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Indonesia–Prancis Perkuat Kemitraan Strategis Kebudayaan, Dorong Kolaborasi Museum dan Industri Budaya
• 1 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.