Kakorlantas Minta Jajaran Maksimalkan 5 Agenda Besar, Lebih Dekat Melayani Masyarakat

detik.com
7 jam lalu
Cover Berita
Semarang -

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho meminta jajaran Polantas di seluruh Indonesia tidak cepat berpuas diri usai kesuksesan Operasi Ketupat 2026. Ia mendorong agar momentum ini digunakan untuk memaksimalkan lima agenda besar agar Polri semakin dekat dan dicintai masyarakat sesuai harapan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Hal tersebut ditegaskan Irjen Agus dalam forum Analisis dan Evaluasi (Anev) Operasi Ketupat 2026 yang digelar di Ballroom Hotel Padma, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (23/4/2026). Acara ini turut dihadiri para pakar transportasi, jajaran Pejabat Utama (PJU) Korlantas, serta para Dirlantas Polda jajaran.

Dalam penyampaian arahannya, Irjen Agus menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran yang terlibat dalam Operasi Ketupat 2026. Ia menekankan bahwa keberhasilan operasi tahun ini adalah buah dari sinergi dan kolaborasi yang solid antara Polri dengan seluruh stakeholder.

Baca juga: Anev Operasi Ketupat 2026, Kakorlantas Bicara Pentingnya Kelancaran-Keselamatan Lalin

"Barangkali kami tidak usah mengulas tentang Operasi Ketupat, sudah berhasil. Tentunya ini berkat kolaborasi kita semuanya," ujar Irjen Agus.

Memasuki inti arahan, Kakorlantas meminta para PJU Korlantas dan Dirlantas Polda jajaran untuk mengawal ketat lima agenda operasional dalam setahun. Ia ingin gegap gempita dan dinamika operasi-operasi ini setara dengan Operasi Ketupat.

"Ada lima agenda besar, tolong Pejabat Utama dikawal. Ini harus kita besarkan, minimal sama dengan Operasi Ketupat. Anggarannya ada, waktunya jelas, kegiatannya jelas," tegasnya.

Ia menegaskan bahwa rangkaian lima agenda besar ini harus mampu membangun persepsi positif melalui kehadiran Polantas di tengah publik. 5 agenda besar operasi ini adalah Operasi Keselamaran Lalu Lintas, 0perasi Ketupat, Operasi Patuh, Operasi Zebra, dan Operasi Nataru.

Kakorlantas Irjen Agus Suryonugroho di Anev Operasi Ketupat 2026 (dok.Korlantas Polri)

Upaya ini dimulai dari Operasi Keselamatan yang harus diangkat skalanya demi menyelamatkan nyawa masyarakat dan menekan angka fatalitas sejak dini.

Selanjutnya, keberhasilan Operasi Ketupat yang sudah berjalan sukses tahun ini harus menjadi standar bagi pelaksanaan Operasi Patuh ke depan. Irjen Agus menginginkan Operasi Patuh tidak hanya sekadar rutinitas yang lewat begitu saja, melainkan harus dievaluasi agar lebih kreatif, proaktif, dan melibatkan tokoh masyarakat.

Baca juga: Kakorlantas Buka Anev Operasi Ketupat 2026, Tekankan Pentingnya Sinergi dan Kolaborasi

Begitu pula dengan Operasi Zebra yang akan dirumuskan kembali agar kehadirannya lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Terakhir, ia menekankan pentingnya mengglorifikasi Hari Keselamatan Lalu Lintas setiap tanggal 19 September sebagai ruang kolaborasi untuk menggaungkan kesadaran tertib berlalu lintas di seluruh penjuru negeri.

Irjen Agus menyampaikan, dia memiliki visi besar untuk mengubah persepsi publik terhadap Polantas. Melalui program 'Polantas Menyapa dan Melayani', ia ingin anggotanya lebih humanis namun tetap berwibawa.

"Semangat kami adalah mengubah wajah Polantas. Polantas itu harus dekat dengan masyarakat, Polantas harus disegani, dan Polantas harus diterima oleh masyarakat," tuturnya disambut tepuk tangan para peserta.

Irjen Agus pun membakar semangat para anggotanya agar bekerja totalitas selama menjabat. Jabatan seperti Dirlantas harus dimanfaatkan maksimal dengan memberikan kinerja terbaik bagi masyarakat.

"Enggak boleh capek! Semangat! Kalau tidak bisa mengangkat untuk kepentingan publik dan institusi, ya kita rugi," ucapnya.

Di sisi teknis, Kakorlantas mematok target ambisius untuk menekan angka fatalitas kecelakaan hingga 50 persen. Ia menekankan pentingnya inovasi teknologi seperti predictive traffic policing dan data driven management untuk menghadapi tantangan ke depan yang semakin berat.

Anev Operasi Ketupat 2026 di Semarang (dok.Korlantas Polri)

Selain itu, ia memberikan instruksi tegas terkait penertiban kendaraan Over Dimension Over Load menuju target Zero pada Januari 2027.

"Jangan ragu-ragu. Lebih baik kita melakukan tindakan daripada tidak melakukan sama sekali. Kalau enggak mau lawan risiko, enggak usah jadi Korlantas," tegas Irjen Agus.

Baca juga: Tutup Rakor Samsat 2026, Dirregident: Perkuat Sinergi dan Kualitas Pelayanan Publik

Menutup kegiatan Anev, Irjen Agus kembali mengingatkan jajarannya untuk terus hadir sebagai representasi negara di tengah masyarakat.

"Mari kita kawal Polantas ini agar bisa menjaga masyarakat, mengurangi kecelakaan, dan mewujudkan lalu lintas yang aman, selamat, tertib, dan lancar," ujarnya.

"Menjabarkan perintah Bapak Kapolri, Polantas harus hadir melayani masyarakat dengan penuh keikhlasan. Ikhlas dalam melayani adalah kunci. Mari kita rangkul masyarakat dengan program Polantas Menyapa dan Melayani, karena wajah Polantas yang baru adalah wajah yang dekat, diterima, dan dicintai oleh masyarakat," pungkasnya.




(hri/hri)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Instalasi Es Drake Diserbu Pengunjung, Kini Dibongkar Demi Keamanan
• 7 menit laludetik.com
thumb
Ribuan Jemaah Haji RI Tiba di Madinah, Akses Masjid Nabawi Hanya 50 Meter 
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
CBA Soroti Anggaran Belanja Dapur Wali Kota Depok Lebih Rp33 Juta Sebulan 
• 13 jam lalurealita.co
thumb
KPK Panggil Petinggi 5 Biro Travel Terkait Kasus Kuota Haji
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Kebiasaan Dilakukan Orang yang Disukai Banyak Orang Menurut Ahli
• 5 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.