Pantau - Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menjadikan Cilincing, Jakarta Utara, sebagai wilayah percontohan percepatan eliminasi tuberkulosis (TB) melalui program skrining massal dan pemeriksaan kesehatan gratis pada Jumat (24/4/2026).
Skrining Massal untuk Deteksi DiniDekan FKUI Prof Anna Rozaliyani menyatakan pemilihan Cilincing didasarkan pada tingginya angka kasus TB di wilayah tersebut.
"Jakarta Utara (dipilih karena) angka TB-nya memang masih cukup tinggi dan kita perlu bantu untuk eliminasi lebih signifikan, sehingga pemilihan daerah disini harapannya menjadi role model," ungkapnya.
Kegiatan yang digelar di GOR SOVO ini menargetkan skrining minimal 300 warga, terutama mereka yang memiliki riwayat kontak erat atau menunjukkan gejala TB.
FKUI memastikan setiap kasus yang ditemukan akan ditindaklanjuti melalui sistem rujukan terintegrasi dengan rumah sakit nasional.
"Nanti kalau ada komplikasi dan yang lain-lain bisa dirujuk ke RS Persahabatan (sebagai) rumah sakit pusat rujukan respirasi nasional, Rumah Sakit UI kita juga ada, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo juga ada, tapi tentu yang sederhana kita tangani (di faskes) setempat," ujarnya.
Kolaborasi dan Standarisasi PenangananProgram ini melibatkan kolaborasi dengan berbagai mitra asosiasi dan industri untuk memperkuat upaya eliminasi TB di wilayah padat penduduk.
Ketua Umum Pengurus Pusat PDPI Dr Arief Riadi Arifin menegaskan pentingnya standar pengobatan yang seragam di seluruh fasilitas kesehatan.
"Anggota kami yang tersebar ini, baik di rumah sakit maupun di faskes pertama, ataupun di RSUD itu akan menjalankan seperti dengan standar pengobatan yang ada," ucapnya.
Ia memastikan para dokter paru akan menjalankan upaya kuratif dan preventif sesuai pedoman nasional guna menjamin penanganan pasien secara tepat sejak dini.
Melalui program ini, Cilincing diharapkan menjadi model penanganan TB yang dapat diterapkan di wilayah lain dalam rangka mempercepat eliminasi penyakit tersebut di Indonesia.




