TABLOIDBINTANG.COM - Di tengah tangis putus asa Khansa, komplotan antagonis yang terdiri dari Puspa, Monika, Elva, dan Darto justru diam-diam merayakan keberhasilan mereka menjatuhkan mental Khansa.
Rentetan fitnah dan tekanan membuat Khansa terpuruk hingga kehilangan nafsu makan.
Melihat kondisi itu, Fathan tak tinggal diam. Ia mengambil keputusan berani dengan mengajak Khansa pergi diam-diam mendaki gunung keesokan subuh.
Tujuannya jelas, menjauhkan Khansa dari lingkungan toxic yang terus menyakitinya. Harapan perlahan tumbuh kembali, apalagi saat Fathan dengan sabar menyuapi Khansa, menghadirkan kehangatan di tengah luka.
Malam harinya, Fathan memperlakukan Khansa bak ratu saat makan malam. Momen romantis itu bahkan diabadikan dalam sebuah selfie yang sengaja dikirim ke Emran.
Benar saja, Emran langsung tersulut emosi dan cemburu berat saat melihat kedekatan mereka.
Keesokan pagi, Fathan dan Khansa benar-benar menghilang menuju gunung, hanya meninggalkan sepucuk surat untuk Linda.
Reaksi Linda pun meledak, ia langsung menuduh Hutami ikut terlibat. Namun Hutami dengan tenang menegaskan bahwa Fathan hanya ingin menyelamatkan diri dari tekanan yang selama ini membelenggunya.
Dalam perjalanan, sisi lembut Fathan kembali terlihat saat ia dengan tulus membantu seorang bapak tua mengayuh becak di jalan menanjak. Sikap itu semakin membuat Khansa terenyuh dan yakin pada ketulusan Fathan.
Sementara itu, situasi di “kubu lawan” makin memanas. Monika mengamuk setelah mendapat kabar dari Puspa. Di sisi lain, Emran mulai mencurigai kepergian Fathan usai mengetahui ia mendadak cuti dari Dokter Akhsan.
Kecurigaan itu mengarah pada sebuah petunjuk penting saat Emran dan Monika tanpa sengaja menguping percakapan terkait pengiriman serum anti-bisa ular untuk seorang pendaki.
Tak ingin kehilangan jejak, mereka pun sepakat membuntuti mobil kurir demi menemukan lokasi persembunyian Fathan dan Khansa.
Akankah pelarian ini berhasil, atau justru menjadi awal petaka baru? Kelanjutan kisahnya dijamin makin menegangkan!




