Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengungkap ribuan peserta Program Magang Nasional Batch I mengundurkan diri di tengah pelaksanaan program.
Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan (Barenbang) Kemnaker Anwar Sanusi mengatakan program ini mencatat keterlibatan 1.185 perusahaan sebagai penyelenggara pemagangan dengan dukungan 5.267 mentor.
Kemnaker mencatat jumlah peserta yang lolos seleksi mencapai 16.112 orang, terdiri dari 14.952 peserta batch 1A dan 1.160 peserta batch 1B.
Namun, jumlah peserta aktif menyusut menjadi 11.949 orang, dengan rincian 11.110 peserta batch 1A dan 839 peserta batch 1B. Artinya, terdapat ribuan peserta yang tidak melanjutkan program hingga selesai.
“Hal ini merupakan bagian dari dinamika program di mana terdapat peserta yang mengundurkan diri dengan berbagai alasan. Salah satunya adalah mereka diterima dalam satu sebagai karyawan tetap di salah satu perusahaan atau di dalam di instansi yang memang sebelum proses ini mereka kebanyakan juga sudah melamar,” kata Anwar dalam Penutupan Program Magang Nasional Batch I di YouTube Kemnaker RI, Jumat (24/4/2026).
Anwar menjelaskan program pemagangan lulusan perguruan tinggi dirancang untuk mendorong kesiapan kerja melalui pengalaman langsung di dunia industri.
Baca Juga
- Menaker Kaji Opsi Berbagi Beban Uang Saku Peserta Magang Nasional dengan Perusahaan
- Menaker Usulkan Kuota Magang Nasional Naik Jadi 150.000 Tahun Ini
- Resmi! Purbaya Tanggung PPh 21 Peserta Magang Lulusan Perguruan Tinggi
Dia menyampaikan program ini bertujuan memberikan pengalaman kerja nyata, mengembangkan keterampilan teknis dan soft skill, membangun jejaring profesional, serta mempercepat transisi lulusan dari dunia pendidikan ke dunia kerja.
Untuk diketahui, program batch pertama berlangsung selama enam bulan, mulai 20 Oktober 2025–24 April 2026. Dalam periode tersebut, Kemnaker menilai pelaksanaan program berjalan baik dengan perkembangan positif dari sisi keterlibatan peserta, komitmen mitra industri, hingga capaian pembelajaran.
“Pelaksanaan program pemagangan lulusan perguruan tinggi yang telah berlangsung selama 6 bulan ini dapat disimpulkan, alhamdulillah berjalan dengan baik dan tentunya memberikan dampak positif bagi peningkatan kompetensi serta kesiapan kerja bagi para peserta,” ujarnya.
Ke depan, pemerintah berencana meningkatkan kualitas penyelenggaraan, memperluas kemitraan dengan dunia industri, serta menyesuaikan program dengan kebutuhan pasar kerja yang dinamis.
Sebagai tindak lanjut, Kemnaker juga akan memfasilitasi sertifikasi kompetensi secara gratis melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang dijadwalkan mulai 8 Mei 2026. Sertifikasi ini diharapkan menjadi tambahan bekal bagi peserta dalam meniti karier ke depan.
“Harapan kami tentunya dengan adanya sertifikasi kompetensi ini akan menjadi tambahan modal bagi adik-adik semuanya untuk meniti karir yang lebih cemerlang di masa-masa yang akan datang,” pungkasnya.





