Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Timur memperkuat pembinaan pertanian perkotaan komoditas melon varietas Inthanon menyusul tingginya minat masyarakat dan permintaan pasar yang terus meningkat pada April 2026.
Pembinaan Intensif Dorong Urban FarmingWali Kota Jakarta Timur Munjirin menyatakan dukungan terhadap kelompok tani dilakukan secara menyeluruh mulai dari tingkat kota hingga melibatkan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian serta penggerak tani berpengalaman.
"Pembinaan sudah tidak kurang-kurangnya, dari tingkat kota, kemudian dari Sudin KPKP, maupun dari penggerak-penggerak tani yang memang sudah punya pengalaman untuk bisa menularkan kepada kelompok tani yang lainnya," ungkapnya saat panen di Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, Jumat.
Ia menjelaskan hasil panen melon Inthanon dipasarkan langsung oleh kelompok tani agar keuntungan dapat diputar kembali sebagai modal usaha.
"Kalau hasil ini selalu dijual agar bisa nanti diputarkan kembali hasilnya," ujarnya.
Permintaan Tinggi dan Kolaborasi SosialKetua kelompok tani Amin mengungkapkan tingginya permintaan pasar belum mampu diimbangi kapasitas produksi yang tersedia.
"Peminatnya luar biasa, tetapi produknya kurang. Kalau ada yang pesan, kita sering tidak bisa memenuhi. Panen apa pun pasti laku. Jadi, jangan takut untuk menanam," ucapnya.
Ia menambahkan kelompok tani tengah menjalin kolaborasi dengan pihak perbankan melalui program sosial untuk mengembangkan lahan sekitar 320x15 meter bagi budidaya sayuran.
"Nanti, penggiatnya ibu-ibu, terutama yang membutuhkan bantuan ekonomi. Hasil panennya akan dibagi kepada anggota," tuturnya.
Program tersebut masih menunggu proses perizinan dan ditargetkan mampu menghasilkan hingga 10 ribu tanaman sayuran sekaligus memberdayakan masyarakat.
Dengan pembinaan berkelanjutan dan dukungan lintas pihak, pertanian perkotaan di Jakarta Timur dinilai memiliki prospek cerah dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi warga.




