jpnn.com, KOTA CIREBON - Ketua Umum Komunitas Literasi Senja Rian Haryanto membuktikan gerakan akar rumput bisa bertahan dan berdampak nyata bagi Kota Cirebon selama delapan tahun terakhir.
Puncaknya, gelaran Caruban Literasi Festival 8.0 (CLF 8.0) yang dihelat di Grage City Mall, Cirebon, Jawa Barat, Rabu (22/4), sukses menyedot perhatian ribuan pengunjung.
BACA JUGA: Rayakan HUT ke-4, Hello Store Hadirkan Promo & Ajak Komunitas Lari 5K Gratis di 3 Kota
Festival ini menjadi bukti nyata transformasi literasi yang lebih inklusif di Kota Udang.
Bagi Rian, CLF 8.0 bukan sekadar agenda tahunan. Dia melakukan gebrakan dengan meredefinisi makna literasi yang selama ini dianggap hanya berkutat pada tumpukan buku.
BACA JUGA: Waspada Kejahatan Siber, BNI Perkuat Literasi Keamanan Digital Nasabah BNIdirect
Di bawah inisiasinya, literasi ditarik ke ranah yang lebih luas dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
“Literasi itu bukan cuma soal baca buku. Kalau kamu belajar membaca rasa kopi, memahami cara mengelola uang, atau bahkan mengenal batas tubuhmu lewat olahraga,itu semua adalah literasi,” kata Rian Haryanto dalam keterangannya, Jumat (24/4).
BACA JUGA: Kolaborasi Komunitas Selonia dan Lily Tan Cetak Rekor Balon Dunia
Hal ini tercermin dari beragamnya kegiatan yang digelar. Mulai dari kompetisi kopi bertajuk CLF Cup Taster Championship 2026, Caruban Literasi Night Run, hingga Gelar Wicara Literasi Keuangan yang menggandeng institusi seperti Bank Indonesia, OJK, Bank BJB, dan Pegadaian.
Rian mengakui perjalanan delapan tahun menjaga eksistensi Literasi Senja penuh lika-liku.
Dia mengenang masa-masa sulit saat dukungan masih minim dan energi hampir terkuras habis. Namun, ketekunannya kini membuahkan sinergi strategis dengan Pemerintah Kota Cirebon.
Kehadiran Wali Kota Cirebon serta Bunda Literasi Kota Cirebon dalam acara tersebut menjadi pengakuan formal atas dampak besar yang telah dibangun oleh gerakan ini.
Tema “Merawat Literasi, Menumbuhkan Peradaban” yang diusung tahun ini menjadi refleksi visi jangka panjang.
Dia juga meyakini ekosistem literasi yang dirawat secara konsisten akan menjadi fondasi peradaban kota yang lebih kreatif.
“Delapan tahun itu penuh cerita. Kami bertahan karena kami tahu Cirebon layak punya ruang belajar yang hidup dan tidak berhenti di dalam ruang kelas saja,” tambah pria yang juga merupakan bagian dari jaringan komunitas JubirWarga ini.
Acara puncak CLF 8.0 ditutup dengan perayaan ulang tahun kedelapan komunitas dan penampilan musik akustik.
Momen ini sekaligus menandai babak baru bagi Rian dan Literasi Senja untuk terus menjadi motor penggerak pendidikan alternatif serta ekonomi kreatif di Kota Cirebon.(mcr8/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Lestarikan Tradisi, Komunitas Seniman Sunda Bangkit Sambangi Warga Adat Banceuy
Redaktur : Elfany Kurniawan
Reporter : Kenny Kurnia Putra




