Buka Pelatihan Manajemen, Mensos Beberkan Strategi Sekolah Rakyat Profesional

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ridho Dwi Putranto

TVRINews, Bogor

Melalui tes DNA Talent hingga kebijakan berbasis data, Mensos targetkan standar baru pendidikan di Sekolah Rakyat.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) resmi membuka Pelatihan Manajemen Pembelajaran bagi Guru dan Kepala Sekolah Rakyat Tahun 2026 di Kabupaten Bogor.

Pelatihan ini diikuti oleh 332 peserta yang terdiri atas 166 kepala Sekolah Rakyat dan 166 guru dari berbagai daerah. Agenda ini bertujuan untuk memperkuat kepemimpinan sekolah dan memantapkan sistem pendidikan di lingkungan Sekolah Rakyat.

Gus Ipul menginstruksikan agar teknik pembelajaran di Sekolah Rakyat bersifat adaptif dan tidak diseragamkan. Ia menilai, setiap siswa memiliki keunikan dan potensi yang berbeda-beda sejak lahir.

“Setiap orang punya kemampuan sesuai ciptaan Tuhan, harus berbasis kemampuan dan kebutuhan individu, maka kita ada tes DNA Talent. Ajarkan pemahaman bukan hafalan, ajarkan menganalisis dan berpikir sendiri,” ujar Gus Ipul dalam pernyataan resminya, Jumat, 24 April 2026.

Ia juga mendorong penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) agar siswa tidak sekadar menyerap informasi, tetapi mampu mengolahnya secara kritis.

*Perencanaan sebagai Kunci Keberhasilan*

Lebih lanjut, Gus Ipul menegaskan bahwa manajemen sekolah harus ditopang oleh perencanaan yang matang. Menurutnya, kualitas perencanaan memegang peranan vital dalam menentukan kualitas lulusan.

“Lima puluh persen keberhasilan ditentukan oleh kualitas perencanaan yang baik,” tegasnya.

Karena itu, ia mewajibkan setiap Sekolah Rakyat untuk menyusun dokumen strategis secara lengkap, mulai dari rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), kurikulum satuan pendidikan, rencana kerja tahunan, hingga Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) yang transparan.

Terkait anggaran, Mensos memberikan peringatan keras agar kepala sekolah
mengelola dana secara akuntabel.

“Ingat, setiap uang yang dikeluarkan harus bisa dipertanggungjawabkan,” imbuhnya.

*Kepemimpinan 24 Jam dan Disiplin Digital*

Gus Ipul memaparkan pembagian peran di lingkungan sekolah. Kepala sekolah diminta menjadi pemimpin utama proses belajar selama 24 jam, mencakup aktivitas kelas, asrama, hingga pendidikan karakter.

Sementara itu, guru bertugas membentuk pola pikir siswa, dan wali asuh mendampingi pembiasaan perilaku harian.

Seluruh kebijakan sekolah, lanjut Mensos, harus berbasis data (evidence-based), mulai dari hasil asesmen siswa, tes DNA Talent, hingga hasil tes kesehatan.

Di sisi lain, meski mendorong integrasi literasi digital dan penggunaan media belajar interaktif, Gus Ipul memberikan instruksi tegas terkait penggunaan perangkat teknologi. Hal ini dilakukan untuk menjaga fokus dan keamanan siswa.

“Saya ingatkan tegas, laptop jangan boleh dibawa keluar kelas. Laptop harus ditinggal di kelas, tidak boleh dibawa ke asrama, dan pastikan internetnya sudah dikunci,” pungkasnya.

Langkah disiplin ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem belajar di Sekolah Rakyat yang aman, fokus, dan produktif bagi seluruh siswa.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Total Aset SMBC Indonesia Tembus Rp250 Triliun per Maret 2026
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Ribuan Hektare Sawah Terdampak Bencana Dipulihkan, Jamin Ketahanan Pangan
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Jumat dibuka melemah 0,53 poin
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Adiwarna (NAIK) Tebar Dividen Mini Rp3 per Saham
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
IHSG Jumat (24/4) Rawan Terkoreksi, Cermati Saham ADRO hingga WIFI
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.