Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengatakan, penertiban parkir liar akan dilakukan secara bertahap di sejumlah titik di Jakarta, menyusul kerja bakti penataan kawasan parkir yang dilakukan di sekitar Poins Square, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (24/4) pagi.
Penertiban tersebut dilakukan melalui kerja bakti yang melibatkan sekitar 200 personel gabungan, mulai dari PPSU, Dinas Bina Marga, Dinas Perhubungan, hingga Satpol PP. Kegiatan ini difokuskan pada pemindahan kendaraan yang selama ini parkir di badan jalan ke area yang lebih tertata.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah memanfaatkan lahan milik Perumda Sarana Jaya sebagai lokasi relokasi sementara parkir liar. Lahan itu rencananya akan dikembangkan menjadi fasilitas park and ride, namun untuk sementara difungsikan guna mengurangi parkir di pinggir jalan.
Rano mengatakan, penataan ini merupakan bagian dari upaya menciptakan ketertiban sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keamanan warga.
“Mulai hari ini kita akan merapikan kawasan ini. Seluruh kendaraan, khususnya sepeda motor yang saat ini berada di jalan, agar dipindahkan ke dalam area yang telah disediakan. Dengan demikian, akan tercipta kondisi yang lebih aman, nyaman, dan tertib, serta tidak mengganggu aktivitas warung maupun lalu lintas di sekitar,” ujar Rano dalam keterangannya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak lagi melakukan parkir liar karena selain melanggar aturan, praktik tersebut berkontribusi terhadap kemacetan dan berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan maupun tindak kejahatan.
“Kami mengimbau warga untuk tidak lagi melakukan parkir liar. Selain melanggar aturan, praktik tersebut menyebabkan kemacetan, menghambat akses umum, serta berpotensi menimbulkan tindak kejahatan dan kecelakaan,” ucapnya.
Dalam kesempatan terpisah, Rano mengungkapkan bahwa penertiban parkir liar ke depan akan dilakukan berdasarkan pemetaan titik-titik rawan.
“Oke, alhamdulillah kita juga sudah mapping sebetulnya beberapa titik ya. Misalnya kayak tadi kita ke Lebak Bulus di belakang Poins Square itu ya kebetulan saya tinggal di situ. Setiap Rabu saya lewat situ kan, permasalahan nggak kelar-kelar gitu,” ujar Rano usai agenda “Bang Doel Sapa Warga” di Kampung Wisata Eduwisata, Kebon Kosong, Jakarta Pusat, Jumat (24/4).
Ia menjelaskan, pemanfaatan lahan Sarana Jaya menjadi solusi sementara sebelum pembangunan fasilitas parkir permanen dilakukan.
“Ya alhamdulillah dekat situ ada tanah Sarana Jaya yang sebetulnya sudah punya rencana untuk dibikin park and ride. Nah sementara belum dibikin daripada parkir sembarangan, sudah lah kita pindahin ke sana dulu. Jadi parkir-parkir nggak liar lagi di pinggir jalan. Masuk ke area parkir apa istilah lahan kitalah.”
Rano mengatakan, penataan ini juga mempertimbangkan kondisi sejumlah wilayah di Jakarta yang belum memiliki fasilitas parkir memadai.
“Sementara, karena sebentar lagi kita akan bangun. Nah itulah Jakarta. Ya misal kayak di belakang HI, ya tanyain nih Pak Wali nih. Memang karena daerah situ nggak ada area parkir jadi terpaksa kayak begitu,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut kerap membuat situasi lalu lintas menjadi padat, terutama di kawasan perdagangan seperti Tanah Abang.
“Makanya kadang-kadang mungkin statement saya agak salah, bukan saya mentoleransi. Tapi yang namanya macet, crowded di Tanah Abang ya udah lah setahun sekali nggak pa pa lah, emang begitu kenyataannya kan?”
Meski demikian, Rano menegaskan pemerintah tetap tidak mentoleransi parkir liar dan akan terus melakukan penataan.
“Tapi bukan berarti saya mengizinkan parkir liar, nggak lah, itu harus kita benahi,” pungkasnya





