JAKARTA, KOMPAS.TV — Pemerintah menempatkan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih sebagai offtaker atau penyerap utama hasil produksi masyarakat desa, mulai dari pertanian hingga perikanan.
Peran ini dinilai krusial untuk mendorong kedaulatan pangan nasional sekaligus memastikan hasil panen petani dan nelayan terserap dengan baik.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa fungsi offtaker menjadi kunci ketika pemerintah tidak hanya menargetkan ketahanan pangan (food security), tetapi juga kedaulatan pangan (food sovereignty).
Baca Juga: Hari Ini Terakhir Daftar Loker Koperasi Desa Merah Putih, Cek Cara dan Syaratnya!
“Fungsi offtaker tadi yang menurut saya menjadi penting ketika kita bicara tentang swasembada, karena menurut pendapat saya Presiden RI sebenarnya ingin bukan hanya food security, kalau food security itu barangnya ada impor boleh tapi kalau Presiden RI ini inginnya adalah food sovereignty atau kedaulatan pangan, kedaulatan pangan itu adalah barang-barangnya dihasilkan oleh bangsa kita sendiri yang bisa kita produksi,” kata Ferry dalam acara Economic Briefing 2026 di Jakarta, Kamis (23/4/2026), dikutip dari Antara.
Apa Itu Fungsi Offtaker Kopdes?Sebagai offtaker, Kopdes Merah Putih berperan menyerap hasil produksi warga desa secara langsung.
Artinya, koperasi menjadi pembeli utama komoditas seperti gabah, sayuran, buah, hingga hasil perikanan.
Dengan peran ini, petani dan nelayan tidak lagi bergantung pada tengkulak atau harus menjual produk ke kota.
Koperasi hadir sebagai agregator yang menghubungkan produksi desa dengan pasar yang lebih luas.
Konsep kedaulatan pangan yang diusung pemerintah menekankan pentingnya produksi dalam negeri sebagai sumber utama pasokan.
Kopdes Merah Putih diharapkan menjadi instrumen strategis untuk:
- Menjamin hasil produksi terserap
- Menjaga stabilitas harga di tingkat petani
- Memperkuat distribusi pangan nasional
Dengan demikian, rantai pasok menjadi lebih pendek dan efisien.
Baca Juga: Tes Seleksi Kompetensi Manajer Koperasi Merah Putih Apa Saja? Ini Penjelasannya
Fasilitas Pendukung DisiapkanUntuk mendukung fungsi tersebut, pemerintah menyiapkan berbagai fasilitas di koperasi desa, antara lain:
- Mesin pengering (dryer) untuk gabah agar memenuhi standar kualitas
- Cold storage untuk hasil perikanan dan hortikultura
- Gudang penyimpanan untuk menjaga stok pangan
Fasilitas ini bertujuan menjaga kualitas produk agar tidak cepat rusak serta meningkatkan nilai jual di pasar.
“Misalkan hortikultura buah-buahan sayuran, banyak buah-buahan sayuran yang bagus-bagus dihasilkan oleh masyarakat kita tapi karena tidak ada alat pengatur suhunya buah-buahan yang bagus, sayuran yang bagus itu cepat busuk dan sebagainya oleh karena itu nanti koperasi desa juga akan dilengkapi dengan alat pengatur suhu,” kata Ferry.
Selain menyerap produksi, Kopdes juga akan berperan dalam distribusi dan pengelolaan stok pangan.
Koperasi dapat:
- Menyalurkan komoditas ke Bulog
- Menjadi cadangan pangan di tingkat desa
- Bahkan berpotensi mendukung ekspor jika produksi berlebih
Dengan sistem ini, desa tidak hanya menjadi produsen, tetapi juga bagian dari rantai distribusi nasional.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- kopdes merah putih offtaker
- fungsi koperasi desa merah putih
- koperasi serap hasil panen
- peran kopdes 2026
- kedaulatan pangan indonesia
- koperasi desa dan bulog





