Kisah Widya, Penjual Baju Keliling di Sleman yang Wujudkan Mimpi Naik Haji

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Muchamad Ridwan

TVRINews, Yogyakarta

Di tengah keterbatasan fisik dan ekonomi, Widya, penjual baju keliling asal Kalurahan Nogotirto, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, tetap teguh mengejar mimpinya menunaikan ibadah haji.

Meski harus berjalan tertatih akibat cedera kaki karena kecelakaan, ia terus berkeliling dari kampung ke kampung demi menghidupi dua putrinya sekaligus menabung untuk berangkat ke Tanah Suci.

Setiap hari, Widya menjajakan pakaian dari rumah ke rumah maupun kepada orang yang ditemuinya di jalan. Dari hasil yang tidak seberapa, ia disiplin menyisihkan sebagian penghasilan untuk tabungan haji, sebuah tekad yang ia bangun selama belasan tahun.

Namun, perjalanan menuju Baitullah tidak berjalan mulus. Dua pekan sebelum keberangkatan, Widya masih kekurangan biaya pelunasan.

Dalam kondisi tersebut, ia mendatangi petugas Bina dan Pengendalian Haji Kementerian Agama Kabupaten Sleman untuk menyampaikan kondisi ekonomi dan kesehatannya.

Cerita dan keteguhan hatinya kemudian mengetuk kepedulian banyak pihak. Bantuan pun datang, membuka jalan bagi Widya untuk mewujudkan niatnya menunaikan rukun Islam kelima.

Tanpa pendamping, Puspa Widya, yang akrab disapa Widya, dijadwalkan berangkat dalam kloter kelima pada pekan mendatang.

“Awalnya saya hanya membantu ibu jual nasi uduk dan gorengan. Alhamdulillah dari situ saya bisa menabung dan akhirnya mendapat porsi haji,” ujarnya, Jumat, 24 April 2026.

Kepala Seksi Bina dan Pengendalian Haji Kemenag Sleman, Siti Bahrunah, mengungkapkan Widya sempat datang dalam kondisi bingung dan tertekan.

“Waktu itu Bu Puspa datang, curhat soal kondisi sakit dan ekonomi. Saya tanya mana yang lebih berat, dan beliau bilang keduanya. Tapi saat ditanya kesiapan berangkat, beliau tetap mantap. Saya sarankan untuk terus berdoa, karena pasti ada jalan,” jelasnya.

Pada musim haji 2026, sebanyak 1.516 jemaah asal Kabupaten Sleman dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci.

Jumlah tersebut terdiri dari 1.407 jemaah reguler, 98 jemaah mutasi, 8 jemaah dari KBIHU, serta 5 jemaah dari luar daerah. Keberangkatan kloter pertama dari Sleman telah dimulai sejak Rabu, 22 April 2026.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mengintip Lab Uji Tabrak Triliunan Rupiah Milik Changan di China
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Sinopsis ASMARA GEN Z SCTV Episode 521, Hari Ini Jumat 24 April 2026: Aqeela Histeris, Pesta Gema Pecah Haru
• 7 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Seruan Tindakan Tegas, Aktivis Jeneponto Minta BGN Tutup SPPG, Telusuri Kasus Hingga Masalah Keuangan
• 13 jam laluterkini.id
thumb
Pemegang Saham Warner Bros Setuju Diakuisisi Paramount usai Netflix Mundur
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Indonesia Bidik Kursi Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO 2026–2030
• 12 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.