Renovasi 152 Rumah Kumuh di Menteng Tenggulun Ditargetkan Rampung 15 Juni 2026

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Program renovasi 152 unit rumah kumuh di kawasan Menteng Tenggulun, Menteng, Jakarta Pusat ditargetkan rampung pada 15 Juni 2026. 

Menteri PKP Maruarar Sirait Menargetkan Renovasi 152 Rumah Kumuh di Menteng Tenggulun Rampung 15 Juni 2026. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Program renovasi 152 unit rumah kumuh di kawasan Menteng Tenggulun, Menteng, Jakarta Pusat ditargetkan rampung pada 15 Juni 2026. 

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait atau akrab disapa Ara, mengatakan percepatan penyelesaian proyek percontohan bertajuk Kampung Gotong Royong ini menjadi fokus utama agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat. 

Baca Juga:
Jejak Investasi Menteri PKP Maruarar Sirait di Saham CARS, COCO, BOLA, dan TRIM

Dalam proyek mencakup juga penataan fasilitas lingkungan seperti jalan, tempat ibadah, jembatan, toilet, hingga area parkir.

"Target selesai renovasi rumah tak layak huni di Menteng Tenggulun ini ditargetkan 15 Juni," kata Ara saat meninjau langsung lokasi proyek pada Jumat (24/4/2026).

Baca Juga:
Didukung Danantara, Maruarar Minta Himbara Kucurkan Dana untuk Rusun Subsidi Meikarta

Hingga saat ini, progres pengerjaan telah mencapai 11,89 persen. Dari total 152 rumah, sebanyak 101 unit tengah dalam tahap renovasi, dua unit telah rampung, sementara 49 unit lainnya akan mulai dikerjakan dalam waktu dekat.

Baca Juga:
Maruarar Kebut Bangun Rusun Subsidi di Kawasan Industri, Sasar Pekerja Pabrik

Ara menyebutkan proyek ini dijalankan tanpa menggunakan dana APBN, melainkan melalui skema gotong royong berbagai pihak. Sejumlah bank yang tergabung dalam komunitas Ladies Banker turut membina puluhan UMKM setempat, sementara puluhan organisasi arsitek dari Ikatan Arsitek Jakarta terlibat secara sukarela dalam perencanaan dan desain.

Meski optimistis target tercapai, Ara mengingatkan pentingnya menjaga kondisi lingkungan pascarenovasi. Dia meminta warga berkomitmen untuk tidak mengembalikan kawasan menjadi kumuh akibat aktivitas yang tidak tertata.

"Yang paling sulit dari ini adalah sesudah ini. Saya sangat yakin lebih sulit sesudah ini daripada membangun dan berinovasi. Karena kita sering hanya bisa membangun, kita hanya sering bisa berinovasi, tapi sesudah itu kita gagal mempertahankan visi yang tadi kita sampaikan," kata dia.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Viral Hiu Tutul Raksasa 15 Meter di Pantai Paciran Lamongan, Dievakuasi ke Laut
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
[FULL] Pertama dalam Sejarah! Mentan Amran Umumkan Stok Beras RI Capai 5 Juta Ton: Tidak Perlu Impor
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Belajar dari kasus Aek Nabara, OJK ingatkan pentingnya respons cepat
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Satpol PP Minta Tambah 5 Ribu Personel, Rano Karno: Damkar Saja 11 Ribu
• 2 jam laluokezone.com
thumb
BRIN Kembangkan Teknologi Pangan Tanpa Api untuk Permudah Konsumsi Jamaah Haji Indonesia
• 20 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.