Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi tak mau kalah dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait kegiatan pembersihan ikan sapu-sapu.
Pasalnya, Gubernur Jabar yang akrab disapa KDM itu mengaku telah melakukan kegiatan pembersihan ikan sapu-sapu demi menjaga ekosistem.
Dedi Mulyadi pun tak sungkan melontarkan apresiasi terkait gerakan warganya yang secara swadaya menjaga ekosistem dengan pembersihan ikan sapu-sapu.
- YouTube
Ia mengaku warganya telah lebih dulu bergerak sebelum fenomena pembersihan ikan sapu-sapu dalam menjaga ekosistem ramai dilakukan sejumlah wilayah termasuk di Jakarta.
"Kalau selama ini kan ikan sapu-sapu sudah diambil sama warga Jabar," kata Dedi Mulyadi dikutip pada Jumat (24/4/2026).
Di sisi lain, Dedi Mulyadi turut menyorot tingginya populasi ikan sapu-sapu diberbagai wilayah.
Menurutnya fenomena tersebut ditengarai air sungai yang mulai tercemar diberbagai daerah.
Tak sampai di situ, KDM juga menyebut jika tingginya populasi ikan sapu-sapu menjadi sinyal kerusakan ekosistem alam.
Sebab, ikan sapu-sapu turut memaksa populasi ikan lainnya tak dapat bertahan hidup.
"Jadi kalau sungai mengalami penurunan kualitas, maka sungai yang hidup hanya sapu-sapu. Di mana pun ada air yang tercemar, di situ pasti ikan sapu-sapu akan merajai," katanya.
Eks Bupati Purwakarta ini pun mengungkap jika ikan sapu-sapu bakal berkembangbiak pada air yang sudah tercemar.
Karenanya, ia tak menghalau warga Jabar yang bergerak secara swadaya dalam kegiatan penangkapan ikan sapu-sapu.
"Ikan sapu-sapu untuk seluruh daerah yang ambil saja, tangkap saja. Ikan sapu-sapu itu tumbuh manakala sungainya sudah mengalami penurunan kualitas," jelasnya.
Kendati demikian, Dedi Mulyadi mengungkap jika penangkapan ikan sapu-sapu bukan menjadi jawaban dalam mengembalikan ekosistem di sungai.
Ia menekankan langkah konkret dapat saja mengembalikan ekosistem hayati lokal di sungai wilayah Jabar.
"Jadi kalau ingin menghilangkan ikan sapu-sapu ada dua hal. Pertama, ikan sapu-sapunya harus diangkat. Kedua, kualitas airnya harus diperbaiki agar ikan endemiknya hidup lagi," imbaunya.(ant/raa)




