jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago menilai wajar publik di Papua Tengah mengkritik kunjungan kerja Wapres RI Gibran Rakabuming Raka ke Bumi Cenderawasih pada 20-22 April 2026 lalu.
Sebab, kata dia, kunjungan Gibran yang terlihat di publik sebatas membagikan buku, kental muatan pencitraan dibandingkan membahas isu substansial.
BACA JUGA: Gibran Disarankan Berkantor di Papua, Efriza: Tanpa Kebijakan Jelas, Percuma!
"Saya mencermati kunjungan Gibran bagi-bagi buku dan pencitraan. Tidak ada dampak apa-apa, saya pikir kritikan yang sudah tepat," kata Pangi melalui layanan pesan, Jumat (24/4).
Menurut Pangi, masyarakat Papua mungkin melihat kunjungan Gibran hanya menghabiskan uang bagi kegiatan seremonial semata, sehingga layak dikritik.
BACA JUGA: Pangi Kritik Kunjungan Gibran ke Papua: Wapres Ini Kosong
"Uang negara habis untuk kunjungan yang tak bardampak. Hanya demi seromonial. Bayangkan pergi ke Papua, berapa uang negara habis hanya untuk bagi buku," ungkap dia.
Pangi melanjutkan langkah Gibran yang pencitraan ingin membangun Papua, tak lepas dari praktik politik Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi).
BACA JUGA: Efriza Sebut Kunjungan Gibran ke Daerah Baru Sebatas Seremoni
Dia mengatakan Jokowi sebagai ayah Gibran ketika berkunjung ke Papua untuk kepentingan pemilihan dan pencitraan.
"Sepuluh tahun hasil kunjungan Jokowi enggak ada yang subtansial dan tidak ada hasil mengatasi masalah krusial yang selama ini dialami masyarakat Papua," ujarnya.
Pangi menilai wajar kritik publik di Papua dilayangkan, karena mereka tidak ingin menjadi komoditas politik semata para elite.
"Sebab, mereka selama ini hanya dijadikan sebagai komoditas politik elektoral, dipakai sebagai objek kepentingan politik pragmatis Jawa, sementara masalah yang mereka alami selama ini tak kunjung bisa teratasi," katanya.
Sebelumnya, anggota DPR Papua Tengah Nancy Raweyai mengkritik kunjungan kerja Gibran ke wilayah provinsi dengan ibu kota Nabire itu pada 20-22 April.
Nancy mempertanyakan hasil dari kunjungan Gibran, terutama dampaknya terhadap penyelesaian konflik di sejumlah wilayah Papua.
Menurut dia, kunjungan Gibran belum menunjukkan arah kebijakan signifikan bagi Papua Tengah sebagai daerah otonomi baru.
"Kami berharap ada langkah strategis yang benar-benar menyentuh persoalan mendasar di Papua, bukan sekadar kunjungan seremonial,” ujar dia, Rabu. (ast/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Efriza Sebut Kunjungan Gibran ke Papua Sekadar Pencitraan Jika Tak Bawa Solusi
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Aristo Setiawan




