Ulah China Bikin Satu Dunia Waswas, Ramai-ramai Bersatu Melawan

cnbcindonesia.com
17 jam lalu
Cover Berita
Foto: via REUTERS/Iori Sagisawa

Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga-lembaga siber internasional mendesak organisasi di seluruh dunia untuk memiliki pertahanan yang lebih mumpuni, seiring meningkatnya ancaman dari peretas-peretas terafiliasi dengan China.

Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris (NSCC) meminta organisasi-organisasi di seluruh dunia untuk bersama-sama melawan jaringan rahasia yang digunakan peretas China dalam melancarkan aksinya.


NSCC mempublikasikan panduan baru bersama dengan pihak industri dan 15 mitra internasional yang tersebar di 8 negara. Masing-masing adalah Amerika Serikat (AS), Australia, Kanada, German, Jepang, Belanda, Selandia Baru, dan Spanyol.

Menurut NSCS, jaringan rahasia biasanya terdiri dari perangkat sehari-hari yang rentan dan terhubung ke internet, seperti router rumah dan perangkat pintar.

Pilihan Redaksi
  • China Minggir, Kawan Lama AS Mendadak Jadi Musuh Trump
  • Wamenperin Sentil Keras Spekulan, Tegaskan Bahan Baku Plastik RI Aman
  • Purbaya Bakal Kejar Lagi Perusahaan Baja China yang Ngemplang Pajak

Jaringan tersebut digunakan untuk menargetkan sektor-sektor penting secara global, mencuri data sensitif, dan mempertahankan akses terus-menerus.

"Dalam beberapa tahun terakhir, kami melihat peralihan kelompok siber berbasis China dalam memanfaatkan jaringan-jaringan ini untuk menyembunyikan aktivitas berbahaya, agar bisa lepas dari tanggung jawab," kata direktur operasional NCSC, Paul Chichester, dikutip dari Reuters, Jumat (24/4/2026).

Kementerian Luar Negeri China tidak segera merespons permintaan komentar dari Reuters.

Panduan baru yang dikeluarkan NCSC dan mitra-mitranya, termasuk FBI, memperingatkan bahwa serangan dari China cenderung sulit terdeteksi karena buktinya cepat dihilangkan.

Peringatan ini datang sehari setelah Richard Horne, kepala NCSC, memperingatkan Inggris untuk bersiap menghadapi peningkatan serangan siber secara langsung atau tidak langsung dari negara-negara lain, termasuk China, Iran, dan Rusia.

Ia mengatakan lembaganya terus menangani sekitar empat insiden siber yang signifikan secara nasional setiap minggunya secara rata-rata. Serangan yang berdampak paling besar makin terkait dengan pemerintah daripada geng kriminal biasa.

Inggris juga telah meminta perusahaan AI terkemuka untuk bekerja sama dengan pemerintah untuk membangun kemampuan pertahanan siber berbasis AI, demi melindungi infrastruktur nasional yang penting.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Lawan Serangan Siber Yang Ganas, Fintech Wajib Investasi 3 Hal

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
15.349 Jemaah Haji RI Terbang ke Arab Saudi, Layanan Terintegrasi Permudah Proses Kedatangan
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Latihan CENTAM Guardian 2026 Digelar di El Salvador
• 1 jam laludetik.com
thumb
Mendes PDTT: NGA 2026 Pelecut Semangat Kepala Daerah
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mendikdasmen: Sinergi Pusat dan Daerah Kunci Keberhasilan Program Pendidikan
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Danone dan Raja Susu Hadirkan Konsep Belanja Parenting Baru di PIK 2
• 23 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.