Kolaborasi Digital Buka Jalan UMKM Perempuan ke Pasar Global

wartaekonomi.co.id
16 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kolaborasi antara pemerintah dan platform digital seperti Tokopedia dan TikTok Shop membuka peluang besar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perempuan untuk menembus pasar global.

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, mendorong UMKM perempuan untuk menguasai ekosistem digital agar agar usaha dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Wamendag dalam kegiatan pelatihan kekayaan intelektual (KI) dan pemasaran digital 'Waktunya STARt! #JualanNyaman Spesial Hari Kartini' yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan bersama Tokopedia dan TikTok Shop di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

“Perubahan perilaku konsumen yang dinamis menuntut UMKM tidak hanya sekadar hadir secara daring, tetapi juga mampu mengoptimalkan ekosistem digital demi menjaga relevansi dan daya saing produk lokal di pasar global. Untuk itu, kolaborasi antara pemerintah dan platform digital seperti Tokopedia serta TikTok Shop dinilai sangat penting,” jelasnya, dikutip dari siaran pers Kemendag, Sabtu (25/4).

Wamendag Roro menerangkan, melalui pembekalan ini, mulai dari penguatan promosi hingga peningkatan daya saing, Kementerian Perdagangan ingin memastikan pelaku UMKM perempuan bisa lebih siap, lebih percaya diri, dan makin kuat mengisi pasar niaga elektronik (e-commerce). Di samping itu, program ini juga diharapkan menjadi wadah pendampingan dan inspirasi bagi sesama perempuan pengusaha untuk terus berinovasi, meningkatkan strategi pemasaran melalui gawai, serta memperkuat posisi produknya di mata konsumen.

Menurut Wamendag Roro, UMKM memegang peranan penting dalam ekonomi nasional dengan kontribusi mencapai 61 persen terhadap PDB nasional dan menyerap 97 persen tenaga kerja nasional. Dalam struktur UMKM nasional, sekitar 37 juta pelaku usaha atau 64,5 persen dikelola perempuan.

"Ini menunjukkan bahwa pelaku usaha perempuan memegang peran kunci dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional. Oleh karena itu, pemberdayaan perempuan bukan hanya penting, tapi juga strategis. Saat UMKM perempuan naik kelas, maka kita sedang memperkuat fondasi utama ekonomi Indonesia secara nyata," tegasnya.

Upaya strategis untuk memberdayakan UMKM perempuan antara lain dapat dilakukan dengan meningkatkan literasi digital bagi perempuan Indonesia. Namun, dengan dinamis dan cepatnya perkembangan ekonomi digital, tantangan ke depan bagi UMKM Indonesia tidaklah mudah. UMKM Indonesia dituntut harus beradaptasi terhadap perkembangan promosi di era digital.

Wamendag Roro melanjutkan, di era digital saat ini, promosi tidak bisa lagi hanya mengandalkan cara konvensional. UMKM perlu lebih adaptif dengan memadukan strategi promosi melalui berbagai inovasi, mulai dari pemanfaatan media sosial hingga kolaborasi dengan afiliator, agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas dan sesuai dengan target pasarnya. “Penguasaan pemasaran digital, kemampuan dalam pembuatan konten kreatif hingga literasi terkait perlindungan KI sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan dan daya saing usaha kini menjadi kunci utama dalam memperluas akses pasar,” imbuhnya.

Wamendag Roro kemudian menguraikan, pemerintah aktif berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan kompetensi UMKM melalui penyediaan berbagai ‘klinik’, seperti klinik pemasaran dan klinik desain di Indonesia Design Development Center (IDDC) yang menjembatani desainer lokal dengan pelaku usaha guna meningkatkan kualitas produk.

Baca Juga: Belajar dari Mama Khas Banjar: Saat Kebijakan Tak Selaras, UMKM Jadi Korban

Baca Juga: Pertamina Fasilitasi Webinar Kartini 2026 untuk Perkuat Inovasi, Ketahanan, dan Akses Pasar UMKM

Selain memperkuat pasar domestik dengan menghubungkan UMKM ke ritel modern, pemerintah juga fokus memperluas akses pasar luar negeri di tengah ketidakpastian geopolitik global. Hal ini dilakukan melalui berbagai perjanjian dagang di wilayah strategis seperti Uni Eropa, Amerika Latin, Eurasia, dan ASEAN yang sejalan dengan arahan Presiden RI untuk menjaga ketahanan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Lebih lanjut, sektor inovasi digital pun turut didorong melalui program seperti pengenalan AI bagi UMKM dan kegiatan penjajakan bisnis (business matching) yang melibatkan kreator konten, serta pemanfaatan momentum Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

“Ke depan, kami berharap UMKM dapat terus memperkuat kolaborasi dan membangun jejaring pemasaran yang lebih efektif serta berkelanjutan melalui berbagai ekosistem promosi yang ada. Dengan sinergi yang kuat, kita dapat mendorong peningkatan penjualan, memperkuat posisi produk lokal, serta menciptakan efek berganda (multiplier effect) hingga membuka lebih banyak lapangan kerja yang pada akhirnya memberi dampak positif bagi perekonomian nasional,” ujar Wamendag Roro.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bocor di Media Sosial, Eksel Runtukahu dan 3 Pemain Persija Dipanggil ke TC Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026 (blm)
• 23 jam lalubola.com
thumb
Ramalan Keuangan Zodiak 26 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Amerika Malah Bikin Yuan China Makin Perkasa, Trump Salah Strategi?
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Menko AHY Instruksikan Proyek Sekolah Rakyat di Kulonprogo Senilai Rp214 Miliar Dipercepat
• 20 jam lalurctiplus.com
thumb
Target 30% Laut Dilindungi, Mungkinkah Konservasi Laut Raksasa di Barat Sumatra?
• 19 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.