Kementerian Luar Negeri China membantah keras tuduhan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, soal kapal kargo berbendera Iran yang dicegat pasukan AS merupakan "hadiah dari China".
Washington mengatakan pasukannya menembaki dan menyita sebuah kapal kargo Iran, yang dituduh berupaya menghindari blokade yang diberlakukan AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Teheran.
Militer Iran, dalam pernyataannya, menyebut kapal tersebut berlayar dari China dan bersumpah akan membalas apa yang disebutnya sebagai "pembajakan bersenjata oleh militer AS.
Trump, saat berbicara kepada media CNBC pada Selasa (21/4), mengatakan bahwa kapal yang dicegat AS itu "memiliki beberapa barang di dalamnya, yang tidak terlalu bagus. Hadiah dari China mungkin, saya tidak tahu".
Kementerian Luar Negeri China, seperti dilansir Reuters, Jumat (24/4/2026), menolak keras komentar Trump tersebut.
"China menentang setiap tuduhan dan asosiasi yang tidak memiliki dasar faktual," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, kepada wartawan di Beijing pada Jumat (24/4).
"Hubungan perdagangan internasional normal antar negara tidak boleh diganggu dan dirusak," ucapnya mengingatkan.
Kapal kontainer Touska, yang berbendera Iran, dinaiki dan disita oleh pasukan AS pada Minggu (19/4) waktu setempat. Menurut sumber keamanan maritim pada Senin (20/4), kapal kargo itu kemungkinan mengangkut barang-barang yang dianggap Washington sebagai barang-barang dual-use yang dapat digunakan oleh militer.
(nvc/ita)





