Anggota Komisi III DPR Sebut Penagih Utang yang Tipu Layanan Darurat Harus Dipidanakan

kompas.tv
19 jam lalu
Cover Berita
Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Abdullah (Sumber: Antara/HO DPR)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Abdullah berpendapat penagih utang atau debt collector yang menipu layanan darurat seperti ambulans dan pemadam kebakaran untuk mendatangi rumah debitur, harus dipidanakan.

Abdullah menyampaikan hal itu sebagai respons atas sejumlah kejadian di beberapa daerah, tentang  modus penagih utang yang menelepon layanan darurat saat hendak menagih utang ke rumah debitur.

Menurut dia, penagih utang dengan modus semacam itu harus ditindak tegas, termasuk diproses secara pidana, karena merugikan banyak pihak dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.

Baca Juga: Geger! Debt Collector Buat Laporan Palsu, Kerjai Petugas Damkar-Ambulans

"Debt collector (penagih utang) tersebut harus dipidanakan karena telah membahayakan nyawa banyak orang," kata Abdullah dalam keterangan diterima Antara di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Modus seperti itu terjadi di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Semarang, Jawa Tengah.

Penagih utang berpura-pura membutuhkan pertolongan ambulans dan damkar dengan memberi alamat rumah debitur yang hendak mereka datangi.

Menurutnya, penggunaan layanan ambulans secara fiktif berisiko menghambat penanganan pasien yang benar-benar membutuhkan pertolongan darurat.

"Artinya, debt collector tersebut telah bermain-main dengan keselamatan dan nyawa masyarakat dengan menipu ambulans dan damkar untuk menagih utang. Kasus ini tidak boleh dibiarkan dan terus berulang," ujarnya.

Ia pun mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk mengungkap identitas pelaku serta pihak yang mempekerjakan mereka.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Desy-Afrianti

1
2
Show All

Sumber : Antara

Tag
  • komisi iii dpr ri
  • abdullah
  • penagih utang
  • debt collector
  • debt collector tipu ambulans
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Tahan Dua Kapal yang Diduga Terafiliasi Israel di Selat Hormuz
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
PBB Sampaikan Duka Cita atas Gugurnya Prajurit TNI Praka Rico di Lebanon | KOMPAS PETANG
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
BNI Ajak Nasabah Lindungi Data Pribadi dari Ancaman Vishing dan Phishing di Era Digital
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Kunker ke Lampung, Gus Ipul Tekankan Data Akurat untuk Bansos
• 53 menit laludetik.com
thumb
Waspadai Vishing dan Phishing, BNI Ingatkan Nasabah untuk Jaga Data Pribadi
• 16 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.