Sebuah email internal Pentagon terungkap menguraikan opsi bagi Amerika Serikat (AS) untuk menghukum sekutu-sekutu NATO, yang dianggap gagal mendukung perang antara AS dan Israel melawan Iran. Salah satu opsi itu adalah menangguhkan keanggotaan Spanyol dari aliansi NATO.
Opsi lainnya menyebutkan soal peninjauan kembali posisi AS terkait klaim Inggris atas Kepulauan Falkland. Isi email internal Pentagon itu, seperti dilansir Reuters, Jumat (24/4/2026), diungkapkan oleh seorang pejabat AS, yang tidak disebut namanya, saat berbicara kepada Reuters.
Opsi kebijakan itu diuraikan dalam catatan yang mengungkapkan kekecewaan atas keengganan atau penolakan beberapa sekutu NATO untuk memberikan akses, pangkalan, dan hak lintas udara kepada AS -- yang dikenal sebagai ABO -- dalam perang melawan Iran.
Email internal Pentagon tersebut, menurut pejabat AS itu, menyatakan bahwa ABO hanyalah "standar dasar absolut untuk NATO. Disebutkan bahwa opsi-opsi kebijakan itu telah beredar di kalangan pejabat tingkat tinggi Pentagon.
Salah satu opsi dalam email itu, sebut pejabat AS tersebut, memuat visi penangguhan negara-negara yang disebut "sulit", dari posisi penting atau bergengsi di NATO.
Presiden AS Donald Trump mengkritik keras sekutu-sekutu NATO, termasuk Inggris dan Prancis, karena tidak mengirimkan angkatan laut mereka untuk membantu membuka Selat Hormuz. Trump bahkan mempertimbangkan untuk menarik AS keluar dari NATO.
Washington secara khusus menyatakan kekecewaan terhadap Spanyol, yang menegaskan tidak akan mengizinkan pangkalan atau wilayah udaranya digunakan untuk menyerang Iran. AS memiliki dua pangkalan militer penting di Spanyol, yakni Pangkalan Angkatan Laut Rota dan Pangkalan Udara Moron.
Opsi kebijakan yang diuraikan dalam email Pentagon itu, menurut pejabat AS tersebut, dimaksudkan untuk mengirimkan sinyal kuat kepada sekutu-sekutu NATO dengan tujuan "mengurangi rasa hak istimewa di pihak Eropa".
(nvc/ita)





