Sejarah Kelam Pemberontakan Republik Maluku Selatan

okezone.com
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA - Pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS) tak bisa dilepaskan dari bagian sejarah kelam Indonesia. Setelah Indonesia merdeka, negeri ini mengalami banyak konflik internal, salah satunya pemberontakan di Maluku.

Sebuah gerakan separatis diproklamasikan oleh Christian Robert Steven Soumokil, mantan Jaksa Agung di Negara Indonesia Timur, pada 25 April 1950, atau tepat 76 tahun silam.

Gerakan ini lahir dari keinginan beberapa pihak untuk menjaga Negara Indonesia Timur (NIT) sebagai negara federasi, terutama setelah Konferensi Meja Bundar.

Baca Juga :
Gempa M5,1 Guncang Maluku Utara, BMKG Pastikan Tak Potensi Tsunami

Dirangkum dari berbagai sumber, dalam waktu yang tidak lama setelah rapat tertutup pada 13 April 1950, di mana Soumokil bertemu dengan berbagai pihak di Ambon, proklamasi pendirian RMS diumumkan.

Pada 25 April 1950, J.H Manuhutu diangkat menjadi Presiden dan Albert Wairisal sebagai Perdana Menteri dalam pemerintahan RMS yang baru.

Pemerintah Indonesia berusaha menyelesaikan konflik ini secara damai dengan mengutus J. Leimena. Namun, ketika upaya damai tersebut gagal, pemerintah akhirnya mengirim pasukan ekspedisi di bawah pimpinan Alex Kawilarang.

Baca Juga :
Profil dan Jejak Karier Nus Kei, Ketua Golkar Maluku Tenggara yang Tewas Ditusuk OTK di Bandara

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Praka Rico Gugur di Lebanon, Komisi I Dorong PBB Evaluasi Perlindungan Pasukan UNIFIL
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Menanggapi Teror Pinjol lewat Ambulans sampai Damkar
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Sebuah Toko Emas Dijarah Habis, Pria 50 Tahun Masuk Lewat Plafon dan Putus Kabel CCTV (Video)
• 6 jam laluerabaru.net
thumb
Ternyata Ini Masalah yang Bikin CEO Bank Terbesar ASEAN Sulit Tidur
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Masuk Majalah TIME, Petinggi ParagonCorp Bawa Kisah Perempuan RI Mendunia
• 3 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.