Baissariyeh (ANTARA) - Amal Khalil, yang bekerja untuk surat kabar Lebanon Al-Akhbar, tewas pada Rabu (22/4) setelah terjebak di bawah reruntuhan akibat serangan udara Israel di Lebanon selatan, demikian dilaporkan oleh stasiun televisi Lebanon, Al-Jadeed TV.
Serangan tersebut menghalangi akses tim penyelamat untuk menjangkau Khalil dan koleganya, Zeinab Faraj. Namun, Faraj kemudian berhasil dievakuasi ke rumah sakit.
Serangan udara itu terjadi meskipun gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon telah diberlakukan sejak pekan lalu, setelah meningkatnya intensitas pertempuran lintas perbatasan selama beberapa pekan di tengah perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran.
Orang-orang menghadiri upacara pemakaman jurnalis Lebanon, Amal Khalil, di Baissariyeh, Lebanon, pada 23 April 2026.ANTARA/Xinhua/Ali Hashisho
Orang-orang menghadiri pemakaman jurnalis Lebanon Amal Khalil di Baissariyeh, Lebanon, 23 April 2026. ANTARA/Xinhua/Ali Hashisho
Serangan tersebut menghalangi akses tim penyelamat untuk menjangkau Khalil dan koleganya, Zeinab Faraj. Namun, Faraj kemudian berhasil dievakuasi ke rumah sakit.
Serangan udara itu terjadi meskipun gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon telah diberlakukan sejak pekan lalu, setelah meningkatnya intensitas pertempuran lintas perbatasan selama beberapa pekan di tengah perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran.
Orang-orang menghadiri upacara pemakaman jurnalis Lebanon, Amal Khalil, di Baissariyeh, Lebanon, pada 23 April 2026.ANTARA/Xinhua/Ali Hashisho
Orang-orang menghadiri pemakaman jurnalis Lebanon Amal Khalil di Baissariyeh, Lebanon, 23 April 2026. ANTARA/Xinhua/Ali Hashisho





