Bisnis.com, JAKARTA - Sektor minyak dan gas bumi (migas) masih menjadi tulang punggung energi nasional. SKK Migas mencatat, realisasi produksi migas nasional hingga 31 Mei 2025 mencapai rata-rata 1,555 juta barel setara minyak per hari (BOEPD).
Angka tersebut masih berada di bawah target dalam APBN 2025 sebesar 1,61 juta BOEPD. Rinciannya, produksi minyak tercatat 567,9 ribu barel per hari (bph) atau 94% dari target 605 ribu bph. Sementara lifting gas mencapai 5.530 MMSCFD, setara 98% dari target 5.628 MMSCFD.
Dalam laporan yang sama, SKK Migas juga mengungkap daftar kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) dengan produksi terbesar di Indonesia.
Daftar Perusahaan Migas Terbesar di IndonesiaBerikut lima perusahaan penghasil migas terbesar beserta profil singkatnya:
1. BP Berau LtdProduksi: 383 mboepd | Lifting: 304 mboepd
bp Indonesia merupakan perusahaan energi terintegrasi global yang beroperasi dari hulu hingga hilir, termasuk produksi gas, bahan bakar, hingga energi masa depan. Di Indonesia, bp dikenal sebagai produsen gas terbesar, dengan proyek andalan Tangguh LNG di Papua Barat yang menyumbang sekitar sepertiga produksi gas nasional.
Baca Juga
- Genjot Produksi Lapangan Tua, SKK Migas Percepat Teknologi MSF
- Daftar Temuan BPK: Permasalahan Cadangan Energi hingga Bagi Hasil Migas
- Arah Baru Tata Kelola Migas: Urgensi Petroleum Fund dan Nasib SKK Migas
Selain fokus pada keandalan pasokan energi, bp juga aktif dalam transisi energi melalui pengembangan CCUS (carbon capture) dan energi rendah karbon. Operasinya mencakup eksplorasi gas, SPBU, bahan bakar penerbangan, pelumas (Castrol), hingga perdagangan energi.
Perusahaan ini juga menonjol dalam kontribusi sosial, dengan 99% tenaga kerja merupakan WNI serta investasi lebih dari US$80 juta untuk program masyarakat.
2. PT Pertamina EPProduksi: 215 mboepd | Lifting: 17 mboepd
Sebagai bagian dari Pertamina, PT Pertamina EP mengelola wilayah kerja yang terbagi dalam lima regional upstream dengan total 17 zona. Perusahaan ini berperan sebagai koordinator Regional 2 yang mencakup Zona 5, 6, dan 7.
Meski demikian, sejumlah lapangan yang dikelola tersebar di regional lain, sehingga struktur organisasi dan tata kelolanya bersifat lintas wilayah dan terintegrasi.
3. ExxonMobil Cepu LimitedProduksi: 159 mboepd | Lifting: 152 mboepd
ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) merupakan operator utama Blok Cepu dengan kepemilikan 45%, bermitra dengan PT Pertamina EP Cepu (45%) dan BUMD (10%). Operasi ini dijalankan melalui skema Production Sharing Contract (PSC) di bawah pengawasan SKK Migas.
EMCL mengelola Lapangan Banyu Urip yang menjadi salah satu kontributor utama produksi minyak nasional. Kegiatan operasional mencakup fasilitas darat (onshore) serta fasilitas lepas pantai FSO Gagak Rimang di Jawa Timur.
4. PT Pertamina Hulu RokanProduksi: 158 mboepd | Lifting: 152 mboepd
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan anak usaha Pertamina di bawah Subholding Upstream PT Pertamina Hulu Energi. Perusahaan ini mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021 hingga 2041.
Wilayah operasi seluas sekitar 6.200 km² ini mencakup 7 kabupaten/kota di Riau, dengan 80 lapangan aktif, lebih dari 11.300 sumur, dan 35 stasiun pengumpul.
5. Medco E&P Grissik LtdProduksi: 120 mboepd | Lifting: 101 mboepd
Medco E&P Grissik Ltd adalah anak usaha dari PT Medco Energi Internasional Tbk yang berfokus pada eksplorasi dan produksi migas di Blok Corridor, Sumatera Selatan.
Perusahaan ini aktif meningkatkan produksi gas melalui optimasi sumur, termasuk kerja ulang pada sumur Suban. Selain itu, operasional dijalankan sesuai regulasi, termasuk izin penggunaan kawasan hutan (PKH), serta komitmen terhadap pengelolaan lingkungan.
Daftar Lanjutan Perusahaan Migas TerbesarSelain lima besar, berikut perusahaan lainnya berdasarkan produksi:
- PT Pertamina Hulu Mahakam: 103 mboepd (produksi); 95 mboepd (lifting)
- Eni East Sepinggan Ltd: 75 mboepd; 72 mboepd
- PetroChina International Jabung Ltd: 56 mboepd; 40 mboepd
- Husky-CNOOC Madura Ltd: 45 mboepd; 42 mboepd
- Medco E&P Natuna Ltd: 37 mboepd; 29 mboepd
- PC Ketapang II Ltd: 11 mboepd; 9 mboepd
- KKKS lainnya: 445 mboepd (produksi); 379 mboepd (lifting)
Data ini menunjukkan bahwa industri migas Indonesia masih didominasi oleh kombinasi perusahaan global dan BUMN. Ke depan, tantangan utama tidak hanya menjaga produksi tetap stabil, tetapi juga mendorong efisiensi serta transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.





