Pantau - Realisasi investasi asal China di Indonesia pada kuartal pertama (Q1) 2026 mencapai 2,2 miliar dolar AS atau naik 22 persen secara tahunan, dengan hampir separuhnya mengalir ke sektor hilirisasi.
Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menunjukkan kenaikan tersebut melampaui pertumbuhan total penanaman modal asing (PMA) yang hanya tumbuh 8,5 persen secara year on year.
China juga tetap menjadi penyumbang investasi terbesar ketiga setelah Singapura sebesar 4,6 miliar dolar AS dan Hong Kong sebesar 2,7 miliar dolar AS.
Hilirisasi Dominasi Aliran InvestasiDari total investasi China, sekitar Rp17,5 triliun atau setara 1,02 miliar dolar AS diarahkan ke sektor prioritas hilirisasi.
Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong nilai tambah industri dalam negeri melalui pengolahan sumber daya.
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani dalam kunjungannya ke China awal April menjajaki peluang investasi baru di sektor energi terbarukan dan teknologi.
"Pembahasan difokuskan pada berbagai aspek kerja sama, termasuk investasi, sinkronisasi kebijakan industri, serta dukungan terhadap pengembangan sektor prioritas nasional," tulis Rosan dalam unggahan di akun Instagram pribadinya pada 15 April.
Perkuat Kerja Sama StrategisRosan juga bertemu dengan Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China (National Development and Reform Commission/NDRC) guna memperkuat sinergi kebijakan strategis kedua negara.
Dalam lawatan tersebut, ia mengunjungi sejumlah perusahaan di bidang energi surya, baterai kendaraan listrik, sistem penyimpanan energi, hingga industri kendaraan roda dua.
Secara kumulatif, investasi China di Indonesia sepanjang 2021 hingga 2025 mencapai 34,4 miliar dolar AS dan menyerap lebih dari 700 ribu tenaga kerja.




