Hitung Mundur Piala Dunia 2026 dan Ragam Kebijakan serta Komentar Kontroversi Trump

bisnis.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Piala Dunia 2026 akan segera dilangsungkan 46 hari lagi atau pada 11 Juni 2026 hingga 19 Juli 2026.

Pada momen tersebut, ada 48 negara yang akan memperebutkan posisi juara dunia sepak bola, yang menjadi tahta tertinggi dalam kompetisi sepak bola dunia.

Indonesia sendiri, dipastikan gagal melaju ke final Piala Dunia 2026 setelah menelan kekalahan beruntun di putaran keempat kualifikasi zona Asia, yakni 2-3 dari Arab Saudi dan 0-1 dari Irak pada Oktober 2025. 

Meski tanpa Indonesia, 48 tim dipastikan akan bertanding stadion tuan rumah turnamen yang akan dibagi antara Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.

Di tengah-tengah konflik panas AS-Iran, pelaksanaan Piala Dunia 2026 juga ikut terimbas.

Lolosnya Iran di Piala Dunia 2026 membuat Presiden AS Donald Trump kepanasan. 

Baca Juga

  • Tiket Nonton Piala Dunia 2026, Dijual Lagi Mulai Hari Ini untuk Fase Terakhir
  • Profil Timnas RD Kongo: Penantang dari Afrika, Pernah Tampil di Piala Dunia 1974
  • Profil Timnas Uzbekistan: Negara Debutan Asia Tengah di Piala Dunia, Sering Repotkan Indonesia

Sejumlah komentar kritik dilontarkannya seputar keikutsertaan negara yang dipimpin oleh Presiden Masoud Pezeshkian tersebut.

Terbaru, Trump mengusulkan untuk menggantikan Iran dengan Italia yang gagal lolos ke Piala Dunia.

Timnas Italia dipastikan gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 setelah kalah adu penalti 1-4 (1-1) dari Bosnia-Herzegovina pada final play-off zona Eropa. Ini menjadi sejarah kelam ketiga kalinya secara beruntun Italia absen di Piala Dunia, setelah sebelumnya gagal pada edisi 2018 dan 2022

Berikut ragam komentar kontroversi Trump seputar Piala Dunia 2026 1. Menggantikan Iran dengan Italia

Trump mengusulkan timnas Italia menggantikan Iran tampil di final Piala Dunia 2026. Langkah itu dilakukan agar Trump bisa menyingkirkan Iran di laga sepak bola dunia tersebut.

Trump juga meragukan keamanan timnas Iran jika bermain di Amerika Serikat.

2. Pembatasan Masuknya Warga negara dari 19 negara

Presiden Trump telah membatasi masuknya warga negara dari 19 negara berbeda. Langkah ini telah memicu ketidakpastian baru di seluruh sektor. Meskipun demikian, industri pariwisata AS masih mengandalkan lonjakan pengunjung yang signifikan untuk Piala Dunia FIFA mendatang.

Presiden FIFA Gianni Infantino tahun lalu menegaskan bahwa "dunia dipersilakan di Amerika".

"Kami akan menjual antara enam hingga tujuh juta tiket untuk pertandingan," katanya. "Kami akan memiliki antara lima hingga 10 juta orang yang datang dari seluruh dunia untuk menikmati Piala Dunia."

Namun saat ini, tampaknya banyak sekali orang yang dikecualikan dari apa yang dijanjikan Infantino sebagai "Piala Dunia paling inklusif yang pernah ada". Bahkan, hanya untuk masuk ke Amerika Serikat, yang menjadi tuan rumah 78 dari 104 pertandingan, terbukti menjadi perjuangan bagi beberapa kelompok pendukung.

Agenda 'America First' yang didorong oleh presiden saat ini Donald Trump telah menyebabkan penerapan larangan perjalanan untuk berbagai negara di seluruh dunia dalam upaya yang diduga untuk mencegah imigrasi ilegal.

3. Aturan Visa Turis

Mulai 2 April 2026, pemerintahan Trump memberlakukan program "jaminan visa" yang ketat yang mengharuskan pengunjung dari 50+ negara untuk membayar jaminan hingga untuk mendapatkan visa turis/bisnis B-1/B-2, dengan tujuan untuk mengurangi pelanggaran masa tinggal visa. Kebijakan ini menargetkan negara-negara dengan tingkat pelanggaran masa tinggal yang tinggi, dengan persyaratan jaminan sebesar

Oleh karena itu, visa turis menjadi jauh lebih sulit diperoleh bagi pendukung dari negara-negara seperti Senegal dan Pantai Gading, sementara penggemar Iran dan Haiti mungkin tidak dapat masuk ke AS sama sekali.

Selain itu, 'Program Percontohan Visa Bond' hanya semakin memperumit masalah, karena hal itu berarti bahwa warga negara tidak hanya Senegal dan Pantai Gading tetapi juga Aljazair, Tunisia, dan Tanjung Verde yang baru pertama kali lolos kualifikasi, mungkin harus membayar hingga $15.000 (£11.000) sebagai uang jaminan hanya untuk dapat melakukan perjalanan ke Amerika Serikat.

4. Pemindahan lokasi pertandingan

Presiden Trump sekali lagi menyarankan untuk memindahkan pertandingan Piala Dunia dari kota-kota yang dianggapnya tidak aman — kali ini, mengancam akan memindahkan pertandingan dari Boston, salah satu dari 11 kota di AS yang akan menjadi tuan rumah pertandingan FIFA tahun depan.

Berbicara dari Ruang Oval selama pertemuannya dengan presiden Argentina pada hari Selasa, pernyataan Trump tersebut merupakan tanggapan terhadap seorang reporter yang bertanya kepadanya tentang walikota Boston Michelle Wu dan potensi pemindahan pertandingan Piala Dunia dari kota tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Revitalisasi Keraton Lewat Inovasi Kreatif Dinilai Mampu Dongkrak Nilai Ekonomi dan Pelestarian Budaya
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Bank Mandiri hingga BTN Tembus 8 Besar IDX Channel Capital Market Padel Competition
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Svarna Kartini Ajak Perempuan Berani Tampil Beda
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pertamina: Pemberdayaan UMKM jadi strategi ciptakan keberlanjutan
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Aksi Sejoli Bawa Anak Curi Motor di Bogor Terekam CCTV, Polisi Cek TKP
• 9 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.