Utusan khusus presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner, dilaporkan terbang menuju Pakistan untuk melakukan perundingan damai dengan Iran pada Sabtu pagi, kata Gedung Putih.
"Orang-orang Iran ingin berbicara," kata juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, seraya menambahkan bahwa Wakil Presiden AS JD Vance "siaga" untuk bepergian jika perundingan tersebut terbukti berhasil.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baqaei, mengatakan bahwa dirinya dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi telah tiba di Islamabad pada Sabtu pagi, dan Araghchi akan bertemu dengan "pejabat tinggi Pakistan".
Ia menambahkan: "Tidak ada pertemuan yang direncanakan antara Iran dan AS. Pandangan Iran akan disampaikan kepada Pakistan."
Baca juga:
- Warga Iran lelah dengan ekonomi memburuk dan bayang-bayang perang 'Orang harus bayar tiga kali lipat demi sepotong roti'
- Militer AS menyergap kapal pengangkut minyak Iran di Samudra Hindia Trump perintahkan AL tembak kapal Iran
Sebelum pernyataan Baqaei mengemuka, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth juga mengatakan Teheran memiliki kesempatan untuk membuat "kesepakatan yang baik", sambil menekankan bahwa "yang harus mereka lakukan hanyalah meninggalkan sebuah senjata nuklir dan melakukannya dengan cara yang bermakna dan dapat diverifikasi".
Pada jumpa pers Jumat, Hegseth juga memperingatkan bahwa pemblokiran berkelanjutan Washington atas Selat Hormuzjalur pengiriman minyak utama"semakin membesar dan global".
AS dan Israel mulai menyerang Iran pada 28 Februari. Sebagai respons, Teheran kemudian membatasi pelayaran melalui Selat Hormuz.
Konflik ini telah membuat harga minyak melonjak tajam di seluruh dunia.
Berbicara kepada wartawan pada Jumat, Leavitt mengatakan Trump telah memutuskan untuk mengirim Witkoff dan Kushner ke Islamabad "untuk mendengarkan pihak Iran", seraya menambahkan bahwa presiden AS "selalu bersedia memberi kesempatan untuk diplomasi".
Leavitt menambahkan bahwa "kami tentu telah melihat kemajuan dari pihak Iran dalam beberapa hari terakhir".
Sementara itu, Kedutaan Besar Iran di Islamabad mengatakan Araghchi berencana "meninjau urusan bilateral" dan membahas perkembangan regional.
Trump dan Hegseth pekan ini bersikeras bahwa AS tidak merasa tertekan untuk mengakhiri perang dengan Iran. Namun kabar bahwa perundingan ASIran berlanjut akhir pekan ini sekali lagi menunjukkan adanya jurang antara pernyataan publik pemerintahan dan dorongan di balik layar oleh Gedung Putih untuk menemukan cara mengakhiri perang.
Kejadian ini menunjukkan bahwa kedua pihak tengah mencari jalan ke depan, meskipun pesan yang bercampur dari Trump dan sikap agresif dari Teheran masih berlanjut.
Pertanyaan yang muncul sekarang adalah seberapa besar kemajuan yang dapat dicapai kedua negara di Pakistan.
Baca juga:
Militer AS menyergap kapal pengangkut minyak Iran di Samudra Hindia Trump perintahkan AL tembak kapal Iran
Trump perpanjang gencatan senjata tapi tidak cabut blokade Selat Hormuz
Teheran tak akan pernah melepaskan kendali Selat Hormuz, kata politisi senior Iran kepada BBC
JD Vance memimpin delegasi AS pada putaran pertama perundingan awal bulan ini, tetapi sejauh ini belum dipastikan akan pergi ke negosiasi akhir pekan ini.
Ketidakhadiran Vance, jika ia tidak berangkat, mungkin berarti kedua negara tidak mengharapkan terobosan besar. Namun fakta bahwa perundingan berlanjut menunjukkan baik AS maupun Iran masih mencari sebuah kesepakatan.
Pada hari Rabu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa "tidak mungkin" Selat Hormuz dibuka karena "pelanggaran terang-terangan terhadap gencatan senjata" oleh AS dan Israel.
Ia mengatakan "pelanggaran" tersebut termasuk blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, yang menurutnya sama dengan menyandera perekonomian global, serta "provokasi perang" oleh Israel "di semua lini".
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Teheran tetap terbuka untuk negosiasi dengan AS, namun menambahkan bahwa "pelanggaran komitmen, blokade, dan ancaman adalah hambatan utama bagi negosiasi yang sungguh-sungguh".
Awal pekan ini, Trump mengumumkan perpanjangan tanpa batas waktu atas gencatan senjata dengan Iranyang semula akan berakhir pada Rabu agar negosiasi dapat berlanjut.
- Menteri Angkatan Laut AS mundur dari jabatannya saat blokade Selat Hormuz Apa faktor utama di baliknya?
- Selat Hormuz: Kisah ABK terapung 24 jam di laut setelah rudal menghantam kapal
(nvc/nvc)





