Di kawasan wisata Hongya Cave di Chongqing, Tiongkok ditemukan seekor anjing yang bulunya dicat hitam-putih menyerupai panda, lalu digunakan sebagai objek foto berbayar bagi wisatawan. Setelah kejadian ini terungkap, muncul dugaan adanya penyiksaan terhadap hewan.
EtIndonesia. Baru-baru ini, seorang warganet mengungkap bahwa ada orang yang mengecat bulu anjing menjadi warna hitam-putih agar tampak seperti panda, lalu mengenakan biaya 20 yuan per sesi bagi wisatawan untuk berfoto sambil menggendongnya. Anjing tersebut diduga kesulitan membuka mata akibat iritasi dari pewarna, namun terlihat sangat jinak secara tidak wajar, sehingga dicurigai telah disuntik obat penenang.
Menurut laporan media Modern Express pada 23 April, biaya foto adalah 20 yuan per kali tanpa batas waktu. Seorang wisatawan mengatakan bahwa seluruh tubuh anjing itu telah dicat, dan kemungkinan karena efek pewarna, matanya sulit terbuka. Kepalanya terkulai, tampak lesu, dan tidak melawan saat dipegang atau diatur posenya untuk difoto.
Wisatawan tersebut awalnya mengira anjing itu hanya mengantuk, tetapi kemudian mengetahui bahwa anjing itu sudah lama dijadikan objek foto di lokasi tersebut dan setiap hari terlihat tidak bersemangat. Ia juga menduga, demi mencegah anjing menggigit, giginya mungkin telah dicabut.
Dari rekaman video wisatawan, anjing yang telah dicat tersebut sekilas memang tampak seperti panda kecil. Beberapa warganet berkomentar bahwa anjing itu kemungkinan jenis Chow Chow dan masih berusia muda.
Pada 23 April siang, pihak pengelola kawasan Hongya Cave menyatakan bahwa orang yang membawa anjing tersebut bukan bagian dari pedagang resmi di area wisata, dan sebenarnya tidak diperbolehkan berjualan di dalam kawasan. Mereka mengaku sebelumnya tidak menyadari situasi tersebut dan berjanji akan meningkatkan pengawasan.
Namun, tanggapan ini justru memicu keraguan dari warganet, yang mempertanyakan bagaimana praktik tersebut bisa berlangsung lama tanpa diketahui.
Warganet di Tiongkok mengecam keras kejadian ini: “Kejam”, “Tidak berperikemanusiaan”, “Demi uang tanpa batas”, hingga “manusia sudah kehilangan hati nurani demi uang.”
Ada juga yang menyoroti bahwa proses pewarnaan sendiri sudah berbahaya bagi kesehatan hewan, apalagi jika disertai dugaan pemberian obat atau perlakuan lain yang menyiksa.
Sebagian warganet menyerukan hukuman tegas terhadap pelaku, menyebut tindakan ini sebagai perbuatan yang tidak bermoral dan melanggar kemanusiaan, bahkan bagi mereka yang bukan pecinta hewan sekalipun.
Sumber : NTDTV.com





