Jakarta, tvOnenews.com — Di tengah tekanan pasar yang kian dalam, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru melontarkan optimisme tinggi. Ia meyakini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpeluang menembus level 10.000 pada 2026, meski saat ini indeks tengah dilanda koreksi tajam.
“Bisa lah (10.000 tahun ini),” ungkap Purbaya di Jakarta, dikutip Sabtu (25/4/2026).
Optimisme tersebut muncul di tengah kondisi pasar yang sedang bergejolak. Pada penutupan perdagangan terakhir, IHSG anjlok 249,1 poin atau 3,38 persen ke level 7.129,490, dengan tekanan terbesar datang dari sektor siklikal, infrastruktur, energi, properti, dan transportasi.
Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa fokus pemerintah bukan pada intervensi langsung terhadap pergerakan indeks saham, melainkan menjaga fondasi ekonomi tetap kuat.
“Fokus saya adalah jaga fundamental ekonomi. Bukan jaga IHSG. Karena IHSG akan adjust otomatis ke fundamental ekonominya,” kata dia.
Ia menilai gejolak yang terjadi saat ini lebih banyak dipicu oleh “noise” atau sentimen negatif yang tidak mencerminkan kondisi riil ekonomi nasional.
“Sekarang banyak noise. Banyak yang protes-protes itu. Saya beresin,” jelas Purbaya.
Purbaya juga mengakui bahwa sebagian tekanan berasal dari faktor eksternal. Oleh karena itu, pemerintah melakukan penyesuaian kebijakan untuk meredam sentimen global yang berdampak pada pasar domestik.
“Mau menyesuaikan ke luar negeri kemarin, untuk mengendalikan noise di luar negeri sana,” tuturnya.
Menurutnya, selama fundamental ekonomi tetap terjaga, pemulihan pasar hanya soal waktu. Ia bahkan memprediksi kenaikan IHSG bisa terjadi secara cepat setelah sentimen negatif mereda.
“Kalau ekonominya bagus, nanti naik cepat,” pungkas dia. (agr)




