Jakarta, VIVA – Prosesi siraman jelang pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju mendadak berubah menjadi momen penuh haru yang menyita perhatian. Bukan sekadar ritual adat, suasana justru dipenuhi luapan emosi saat Maia Estianty menyampaikan pesan mendalam untuk putra keduanya.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, Maia terlihat berdiri dengan mikrofon di tangan. Suaranya bergetar, menandakan betapa berat perasaan yang tengah ia tahan. Di hadapan keluarga dan kerabat, ia tidak hanya memberikan restu, tetapi juga membuka kembali kisah lama yang selama ini jarang ia ungkap ke publik.
Ia mengenang masa ketika harus terpisah dari El yang saat itu masih sangat kecil. Kenangan tersebut tampak masih begitu membekas hingga kini.
"Tapi kemudian di usiamu yang baru 8 tahun, kita pernah harus berpisah. Berpisah untuk sementara waktu itu sayangku," ucap Maia lirih, mengutip tayangan video di Youtube, Sabtu 25 April 2026.
Pengalaman tersebut, menurut Maia, membentuk dirinya sebagai seorang ibu. Ia belajar menerima kenyataan bahwa tidak semua momen tumbuh kembang anak bisa ia dampingi secara langsung.
"Dari hari itu Bunda belajar menjadi ibu yang tidak bisa memeluk kamu setiap hari sampai sekarang," lanjutnya.
Suasana semakin emosional ketika Maia menyampaikan pesan khusus untuk Syifa Hadju yang tidak berada di lokasi karena menjalani rangkaian prosesi secara terpisah. Dalam momen tersebut, Maia seakan menyerahkan sepenuhnya sosok El kepada perempuan yang akan menjadi pendamping hidupnya.
"Untuk Syifa yang sedang tidak ada di sini, Bunda titipkan El Rumi. Yang dulu mungkin Bunda tidak selalu bisa memeluknya setiap hari," tuturnya.
Tak berhenti di situ, Maia juga menyampaikan permintaan yang begitu sederhana namun menyentuh. Ia berharap Syifa dapat memberikan hal yang dulu tidak selalu bisa ia lakukan sebagai seorang ibu.
"Untuk Syifa, untuk selalu memeluk El, sering-sering dan yang lama ya. Lebih lama dari yang pernah Bunda lakukan, karena Bunda tidak bisa melakukan itu sampai hari ini," ungkapnya.
Di hadapan ibunya, El Rumi tampak berlutut dengan penuh hormat. Ia menunduk, menyimak setiap kalimat dengan ekspresi haru yang tak bisa disembunyikan. Momen tersebut semakin terasa kuat dengan kehadiran Irwan Mussry yang berdiri di sisi Maia, menunjukkan dukungan penuh.





