Beirut: Otoritas Lebanon melaporkan sedikitnya enam orang tewas akibat serangkaian serangan yang dilancarkan Israel di wilayah Lebanon pada Jumat waktu setempat.
Insiden ini terjadi hanya sehari setelah kesepakatan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel resmi diperpanjang, menyusul pembicaraan intensif di Washington, Amerika Serikat.
Meski terdapat komitmen tersebut, pihak berwenang Lebanon mengonfirmasi adanya korban jiwa dalam serangan yang terjadi di empat lokasi berbeda.
“Sedikitnya enam orang tewas dalam serangan di Lebanon pada hari Jumat, mengabaikan gencatan senjata yang telah diperpanjang,” demikian laporan Sweden Herald, Sabtu, 25 April 2026.
Di sisi lain, militer Israel menyatakan bahwa pasukannya menewaskan enam anggota Hezbollah di lokasi terpisah, termasuk di kota Bint Jbeil. Israel mengklaim serangan tersebut merupakan respons atas tembakan roket yang diluncurkan ke wilayahnya.
Ketegangan antara Israel dan Lebanon memang telah berlangsung lama dan kerap diwarnai konflik bersenjata. Situasi semakin kompleks mengingat Hezbollah memiliki peran ganda sebagai kekuatan militer sekaligus bagian dari sistem politik Lebanon, dengan dukungan dari Iran.
Eskalasi terbaru mulai meningkat sejak Maret lalu, ketika Hezbollah melancarkan serangan roket ke wilayah Israel sebagai bentuk respons atas serangan militer Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.
Baca juga: Lebanon dan Israel Sepakat Perpanjang Gencatan Senjata Selama Tiga Minggu




