Grid.ID - Seorang ibu muda tewas dibunuh anak tiri di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Menurut keterangan kepolisian, aksi nekat pelaku itu dipicu rasa cemburu dan sakit hati.
Adapun insiden pembunuhan itu terungkap usai jenazah korban ditemukan di pinggir Jalan Raya Desa Lombang Dajah, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Korban ditemukan pada Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.
Saat ditemukan, kondisi korban mengenaskan. Ada sejumlah luka senjata tajam dan korban tewas dalam kondisi memeluk boneka Pikachu warna kuning.
Lantas bagaimana kronologi anak tiri bunuh ibu di Bangkalan? Simak penjelasannya.
Kronologi Anak Tiri Bunuh Ibu di Bangkalan
Baru-baru ini, publik dihebohkan dengan kasus pembunuhan seorang ibu muda berinisial ABF (30) warga Desa Kelbung, Kecamatan Galis. ABF ditemukan tewas sambil memegang boneka Pikachu di pinggir Jalan Raya Desa Lombang Dajah, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.
Mirisnya, pelaku pembunuhan itu ternyata adalah sang anak tiri korban berinisial MH (24). Korban ditemukan pada Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 21.00 WIB dengan kondisi tubuh penuh luka.
Kabar itu dikonfirmasi oleh Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Hafid Dian Maulidi. Hafid menyebut polisi telah berhasil membekuk pelaku yakni MH.
Menurut keterangan polisi, tragedi nahas ini bermula saat korban ABF sedang berjalan kaki bersama MS dan kakak MS berinisial SL (70). Mereka menuju jalan poros untuk mencari bus dan angkutan umum.
Namun saat itu, pelaku muncul dari arah belakang sambil membawa senjata tajam jenis celurit. Di situ lah pelaku mengayunkan senjata tersebut pada korban.
"Korban posisinya agak tertinggal dari MS dan SL. Di situlah pelaku bertemu korban dan meluapkan amarahnya hingga menyebabkan korban ABF meninggal dunia di lokasi kejadian," papar Hafid dilansir Kompas.com.
Melihat serangan membabi buta tersebut, MS dan SL melarikan diri untuk menyelamatkan diri. Polisi menemukan saksi SL tidak jauh dari lokasi saat melakukan penyisiran, sementara MS hingga kini masih dalam proses pencarian.
Adapun korban dinyatakan tewas setelah menderita luka terbuka yang sangat parah di beberapa bagian vital tubuhnya. Dokter spesialis forensik RSUD Syamrabu Bangkalan, dr. Edy Suharto menjelaskan penyebab utama kematian korban adalah luka sabetan di bagian leher.
"Luka-lukanya pada leher, dada, perut, dan pinggang. Dari hasil otopsi ada beberapa organ di dalam juga ada yang kena," jelas dr. Edy.
Motif Pelaku
Kini, tersangka MH telah ditahan di Mapolres Bangkalan. Ia dijerat dengan pasal pembunuhan berencana yang membawa ancaman hukuman maksimal berupa pidana mati, penjara seumur hidup, atau sekurang-kurangnya 20 tahun penjara.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari tempat kejadian perkara (TKP), termasuk boneka Pikachu milik korban yang terdapat bercak darah pada bagian kakinya. Tak hanya itu, polisi juga masih mencari keberadaan pria berinisal MS yang terlibat dalam pusaran masalah ini.
"Barang bukti yang berhasil kami sita yaitu satu potong kaus lengan panjang milik korban, celana panjang, satu boneka Pikachu, serta sebilah celurit milik tersangka yang digunakan untuk melakukan penganiayaan," tambah Hafid didampingi Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama.
Berdasarkan hasil pemeriksaan,aksi pelaku dipicu oleh rasa cemburu dan rasa sakit hati pelaku terhadap ibu tirinya. MH menduga korban menjalin hubungan gelap dengan pria lain berinisial MS (34).
"Dari hasil interogasi pada pelaku, aksi tersebut dilakukan karena sakit hati ibunya berselingkuh dengan pria lain. Namun memang niat awalnya sasarannya adalah MS," kata Hafid dalam konferensi pers, Jumat (24/4/2026) dilansir dari TribunVideo.com.
Demikianlah kronologi anak tiri bunuh ibu di Bangkalan. (*)
Artikel Asli




